Mohon tunggu...
Prof. Dr. Apollo (Daito)
Prof. Dr. Apollo (Daito) Mohon Tunggu... Tan keno kinoyo ngopo

***

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Deleuze, Hasrat, Oedipus [1]

16 Juli 2018   00:44 Diperbarui: 20 Juli 2018   11:37 1207 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Deleuze, Hasrat, Oedipus [1]
Sumber: konekrusoskronos.wordpress.com

Gilles Deleuze adalah salah filsuf melakukan tindakan bunuh diri sebagai bentuk seni memahami kepada kehidupan atau setidaknya menjaga 'kehendak untuk hidup' di dalam diri kita. Gilles Deleuze, lahir 18 Januari 1925, meninggal 4 November 1995 (umur 70 tahun) adalah filsuf asal Perancis, merupakan seorang profesor di bidang filsafat

Pertemuannya dengan Felix Guattari sungguh sangat menentukan bagi perkembangan pemikiran Deleuze khususnya tentang pemikiran Anti-Oedipus. Bersama Foucault dan Guattari, Deleuze berpartisipasi aktif untuk menciptakan wacana-wacana baru kritik filsafat.

Ide pemikiran Gilles Deleuze dilator belakangi pada Marxisme, Freudo-Marxisme tampak menjadi satu-satunya perangkat intelektual yang mungkin untuk membawa pembebasan, sekaligus mendorong terjadinya gerakan sosial yang efektif. 

Gilles Deleuze: Hasrat, Oedipus [1] (Dokumen Pribadi)
Gilles Deleuze: Hasrat, Oedipus [1] (Dokumen Pribadi)
Maka Gilles Deleuze mengkritik tiga hal (a) ilmu psikologi tidak mampu menjelaskan kondisi negative pada kondisi produksi kekurangan masa lalu, (b) mengkritik fenomenologi karena masih menggunakan criteria normative, (c) mengkritik strukturalisme dengan kelemahan paham metafisika dan logika binery.

Setelah mengkritik tiga aspek tersebut Gilles Deleuze membangun orginalitas pemikiran dengan menggunakan skonsep-konsep rehabilitasinya, dengan tema "Hasrat manusia" menjadi manusia kretif, bereksperimen, atau mencari sesuatu yang belum dikenakan bahasa maupun praktik lain saling berhubungan. 

Gilles Deleuze menjeaskan tentang metode pada "perbedaan, perspektif, dan fragmen". Gilles Deleuze masih meminjam teori ekonomi Karl Marx, psikologi Sigmund Frued, untuk menerangkan "berkembang, berubah, dan menjadi". Yang baru tidak ada, tetapi hanya dianggap muncul sebagai penyingkapan dari yang tersembunyi. 

Pada sisi lain representasi bagi Dilles Deleuze membebaskan pada tanda acuan, memungkin adanya pengalaman baru yang lulus dari prediksi sebelumnya. Semua kejadian adalah bentuk aliran waktu "menjadi".

Tema "hasrat manusia" bagi Gilles Deleuze terus menerus membawa perubahan bawah sadar sebagai energy afeksi, libido digerakan dalam bawah sadar manusia, tanda menghiraukan asumsi norma idial. 

Gilles Deleuze mengajukan proposisi pemikiran pentingnya menyingkap (Heidegger), menciptakan, dan bereksperimen untuk membuka tantangan mengubah kehidupan. Intinya proposisi ini memungkinkan adanya kemunculan menciptakan kejadian (event), dan sejarah, dan mampu menghadirkan "berbeda" dan "menjadi", dan tampil sudah dapat dibahasakan. 

Gilles Deleuze menyakan suatu konsep mengalami penyebaran makna, dan tidak lepas dari permainan (model Gadamer), tetapi dalam bentuk permainan murni tanpa adanya aturan main, menemukan aturan baru tiap event, dan tiap permainan selalu diganti aturan main. Yang mungkin di pakai adalah "metafora" sebagai wujud mendahului peristiwa makna.

Maka tugas logika atau kaum intelektual adalah menghasilkan makna dari pengalaman. Dengan demikian Gilles Deleuze bahwa "hasrat manusia" sebagai kolonisasi dalam diskursus institusi modern dan atau kodifikasi alirian libido mulai dengan dimanamika ekonomi kapitalis. Sekali lagi bagi Gilles Deleuze "hasrat manusia" merupakan sumber dari inovasi, kreatifitas, dan penemuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN