Mohon tunggu...
Anak Perbatasan
Anak Perbatasan Mohon Tunggu... -

Anak Perbatasan yang ingin terus belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Pandangan Strategi "Paradoks Indonesia"

28 Juli 2018   16:17 Diperbarui: 28 Juli 2018   16:56 444
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Paradoks Indonesia adapah ketimpangan yang terjadi di Indonesia Negara kaya raya, tetapi masih banyak rakyat hidup miskin. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar. Namun, jika dulu kekayaan Indonesia hanya di nikmati oleh penjajah, sekarang kekayaan Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Kita juga terancam selamanya hanya jadi negara berpenghasilan menengah karena strategi ekonomi saat ini gagal mengatasi middle income trap atau perangkap menegah.

Demi mengatasi paradoks indonesia dan mencegah Tragedi Indonesia, paradoks Indonesia menjelaskan  bagaiamana setiap Warga Negara Indonesia dapat turut berperan menjawab tantangan sejarah, menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang kuat, terhormat, adil dan makmur. Bangsa kelas atas yang disegani, bukan bangsa menegah apalagi kelas bawah yang seringkali dianggap remeh.

Ada beberapa pandangan yang harus di pahami ekonomi milik siapa? Menurut data Credit Suisse Global Report, (2016) 1% orang terkaya di Indonesia menguasai 49% kekayaan Indonesia bukan kah ini angka yang fantastis berarti hanya segelintir orang yang menikmati kekayaan Indonesia, orang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin apalagi kondisi saat ini hampir semua bahan pokok naik, bbm naik, listrik naik. 

Data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (SUSENAS), 2015 pada kenyataan hampir 29 juta masyarakat Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan yang ditetapkan pemerintah ini mencakup 8,3% penduduk kota dan 14,2% penduduk desa. Bank Dunia, 2015 26,9% atau 68 juta rakyat hidup kurang dari 50% diatas garis kemiskinan nasional (PPP US$ 1,30) jika mereka mengalami masalah ekonomi, mereka bisa jatuh apalagi sekarang pengeluaran lebih banyak daripada pemasukan, belum lagi tanah yang dimiliki rakyat Indonesia yang hanya 1% menguasai 72% tanah kita bukankah ini menjadi ketimpangan sementara banyak rakyat kita yang tidak memiliki tanah.

Maka dari itu harus membangun kesadaran bersama, kita harus sadarkan sebanyak-banyaknya warga Negara Indonesia, bahwa jika dikelola dengan tepat, sebab kita punya modal sumber daya alam dan sumber daya manusia yang cukup untuk jadi bangsa yang kuat dan terhormat. Bangsa yang rakyat hidup sejahtera.

Tapi sayangnya kekayaan kita mengalir keluar, penyakit terparah dari tubuh ekonomi indonesia saat ini adalah mengalir ke luar kekayaan nasional dari wilayah Indonesia, parahnya banyak dari kita tidak menyadari hal ini, bagi sedikit yang mengetahui mereka diam atau menyerah pada keadaan. Sebagian lagi menjadi penyalur kekayaan kita yang mengalir keluar.

Tapi pertanyaannya sekarang uang kita ada dimana? Sementara di tahun 2016, Kementerian keuangan mengungkapkan bahwa ada lebih Rp. 11.000 triliun uang milik pengusaha dan perusahaan Indonesia yang disimpan di luar Negeri, jumlah yang sangat fantastis mengingat jumlah ini 5x lebih besar dari APBN kita tahun 2016, padahal seharusnya uang ini disimpan di Indonesia agar dapat menjadi modal nasional pembangunan Indonesia, jumlah sebesar ini adalah akumulasi dari uang yang diinapkan di luar negeri sejak 1970.

Namun jika negara kita benar kaya, kenapa sampai saat ini masih banyak rakyat Indonesia yang hidup miskin dan lapar? Kenapa cari pekerjaan yang layak begitu susah? Kenapa kita masih membaca, negara kita harus berhutang untuk sekedar bayar bunga utang? Kenapa kekayaan kita terus mengalir ke luar dan berdiam di luar Negeri? Kenapa politisi-politisi kita seakan tidak mampu berbuat banyak?

Ini tantangan yang harus kita jawab atas terjadinya ketimpangan-ketimpangan yang terjadi saat ini.

Pertumbuhan ekonomi harus dua digit, kita sebagai bangsa harus segera capai pertumbuhan ekonomi dua digit, atau pertumbuhan diatas angka 10% secara berkelanjutan, kenapa? Karena hanya dengan pertumbuhan dua digit selama 10 tahun berturut-turut, yang diawali dengan pertumbuhan rata-rata 7% selama 5 tahun, indonesia bisa keluar dari suatu kondisi yang dinamakan income trap.

Middle income trap atau perangkap negara menengah adalah kondisi dimana suatu negara menengah akan terus menjadi negara menengah. Ini bisa dilihat dari angka produk domestik bruto dibagi dengan jumlah populasi, atau PDB per kapita saat ini angka PDB perkapita kita adalah $ 3.346. Untuk 'naik kelas' jadi negara berpenghsilan atas, PDB perkapita kita harus mencapai angka $ 13.000.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun