Mohon tunggu...
Herman Wahyudhi
Herman Wahyudhi Mohon Tunggu... Insinyur - PNS, Traveller, Numismatik, dan Pelahap Bermacam Buku

Semakin banyak tahu semakin tahu bahwa banyak yang kita tidak tahu. Terus belajar, belajar, dan belajar.

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Kenangan saat Berpuasa di Lombok dan Bima

15 Mei 2018   20:59 Diperbarui: 15 Mei 2018   21:21 1446
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Namun secara garis besar, jalan di kota ini kondisinya mantap.   Rasanya kendaraan berat jarang kami jumpai sepanjang perjalanan.   Tak seperti di Pantura Jawa dimana tonase overload banyak melintas.   Kami melihat lebih banyak motor yang melintas, itu pun jalannya pelan meski jalanan lenggang.   Di Jakarta, jalan padat merayap saja motor pada dipacu kencang. 

Di sela-sela pekerjaan saya mengagumi keindahan alam Bima.  Sayang di beberapa tempat terjadi alih fungsi lahan.  Dimana banyak pohon ditembang untuk ditanaman jagung atau tanaman lainnya.

(dok. pribadi)
(dok. pribadi)
 Selain itu beberapa ruas jalan sedang ditingkatkan kondisi jalannya serta diiperlebar.   

Terlihat teman-teman sedang berdiskusi di lapangan.   Masalah lahan memang termasuk masalah yang sensitif di Bima. Contohnya beberaapa saluran air ditutup warga karena dianggap berada di lahannya.   Juga ada kasus jalan tak bisa diperlebar karena lahan dipagari warga.   Pendekatan kepada masyarakat dan sosialisasi mutlak diperlukan.  Selain itu, hampir tidak ada rumah makan yang buka.  

 Potensi pariwisata di Bima ini luar biasa.  Hanya saja belum tergarap maksimal.    

Pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia diharapkan mampu mengangkat pariwisata Bima.  Banyak pantai indah sepanjang perjalanan, namun aksesnya menuju ke sana masih sulit.  

Selain kondisi medan yang berkelok-kelok, sarana penunjang pariwisata pun kurang.  Rumah makan pun jarang kami jumpai.  Selain itu kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai masih minim.   Contohnya adalah pantai Wilamaci terlihat sampah teronggok  di pinggir jalan.  

Pantai Wilamaci (dok. pribadi)
Pantai Wilamaci (dok. pribadi)
 Aktivitas warga juga terlihat di Pasar Rompol, Kecamatan Monta.   Barang yang banyang dijajakan adalah ikan dan sayuran.   Warga sepertinya berbelanja untuk kebutuhan berbuka puasa.   Memang nikmat berbuka dengan ikan bakat yang masih segar.  Langsung dibawa dari laut.   Kebanyakan masyarakat di daerah ini memilik mata pencaharian sebagai nelayan. 

Jika di Kota Lombok dan Kota Bima mudah ditemukan masjid, lain halnya saat kami melakukan survei jalan.   Jumlah penduduk yang sedikit dan lokasi perumahan yang berjauhan membuat pembangunan masjid menjadi mahal dan tidak efektif.  

Bayangkan, hampir sepanjang perjalanan kami lebih banyak melihat pepohonan dan semak belukar dibanding rumah.  Hingga mesjid pun jarang dijumpai di wilayah yang kami survei.

 Jika pun ada perumahan, jumlah penduduknya tak banyak.   Semakin jauh dari kota kita dapat melihat tingkat kesejahteraan masyarakat semakin rendah.   Supir kami yang bernama Salam juga tak berani mengendarai mobil di malam hari.   

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun