Mohon tunggu...
Azra Abrisam
Azra Abrisam Mohon Tunggu... -

Sejarah dan Ekonomi adalah bidang yang saya senangi untuk di eksplorasi tiada henti, banyak yang menarik karena selalu bergerak dinamis mengikuti jaman yang semakin tua. Disamping hal yang serius itu, saya adalah Mac Cult, penggila gadget dari Apple kegigit...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Gajah Mada menurut Orang Modo

8 Maret 2011   06:30 Diperbarui: 26 Juni 2015   07:58 6265
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pada saat Joko Modo diatas bukit sambil mengawasi kerbau-kerbaunya itu tidak sengaja ia pun kadang-kadang melihat iring-iringan prajurit Majapahit menuju Tuban atau sebaliknya dari Tuban menuju majapahit. Hal ini terjadi karena letak Modo memang berada diantara Majapahit dan Tuban.

[caption id="attachment_93873" align="aligncenter" width="643" caption="Situs Tambatan kerbau Gajah Mada, lokasi Desa Modo"]

1299566179135547396
1299566179135547396
[/caption]

Dari seringnya melihat iring-iringan prajurit Majapahit yang gagah-gagah tersebut membuat hati Joko Modo tertarik, kelak suatu saat ia ingin menjadi prajurit Majapahit juga.

Karena jasanya terhadap Majapahit, maka pada suatu saat Ki Gede Sidowayah diberi hadiah tanah perdikan di Songgoriti Malang. Ki Gede Sidowayah tidak lupa mengajak  pula Joko Modo ke Songgoriti, dengan pertimbangan agar jiwa, sikap, serta cara berpikir Joko Modo yang cerdas dan cakap bila berkembang  dengan baik, hal ini dimungkinkan karena Songgoriti daerahnya lebih subur dan makmur jika dibandingkan dengan Modo atau Ngimbang Lamongan yang letaknya jauh di dalam lebatnya hutan belantara.

Karena kecapaian dan kepandaiannya tersebut dan didukung oleh pengaruh Ayah angkatnya yaitu Ki Gede Sidowayah maka Joko Modo akhirnya tercapai cita-citanya yaitu menjadi prajurit Majapahit, yang kelak Kemudian kariernya terus menanjak sehingga menjadi Patih Gaja Mada seorang tokoh besar di Kerajaan Majapahit.

Demikianlah cerita rakyat yang dituturkan oleh Mbah Sulaiman. Untuk mendukung kebenaran cerita tersebut, ada beberapa argumen yang memperkuat bahwa Tokoh Gajah Mada lahir di Desa Modo.

1. Peristiwa penculikan Dewi Andong sari dari Keraton Majapahit (1299 M)

Adanya peristiwa rencana pembunuhan terhadap Garwo Selir Raden Wijaya yang sedang mengandung yaitu Dewi Andong Sari sangat mungkin terjadi atas kehendak Putri Indreswari yaitu Dara Petak. Dara Petak adalah Putri Melayu yang datang ke Majapahit bukan atas kehendak sendiri, melainkan dibawa oleh Kebo Anabang (Pemimpin ekspedisi Pamalayu) sebagai putri rampasan sebab negerinya ditaklukkan oleh Singosari / Majapahit. Ketika ia melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Kalagemet (Jayanegara) tahun 1294 M. Ia sangat senang, sebab kedua anak Raden Wijaya permaisuri yang lain semuanya wanita yaitu : Diyah Tribhuana Tungga Dewi dan Diyah Wiyat Sri Raja Dewi. Dengan demikian cita-citanya pasti terwujud, sebab sepeninggal  Raden Wijaya tahta Kerajaan pasti jatuh ketangan anaknya.

Tapi perasaan gembira itu berubah jadi cemas setelah tahu Garwo Selir Raden Wijaya yaitu Dewi Andong Sari teryata hamil, jika nanti Dewi Andong Sari melahirkan anak laki-laki tentu akan jadi Bantu sandungan bagi cita-citanya. Karena itu sebelum Dewi Andong Sari melahirkan ia harus segera segera dilenyapkan.

2.     Ditinjau dari segi geografis

  • Posisi Cancing, Ngimbang dengan trowulan jika ditarik garis lurus 35 km, suatu jarak yang masuk akal sebagai jalur pelarian untuk tempat sembunyinya Dewi Andong sari, apalagi Cancing berada di dalam lebatnya hutan.
  • Joko Modo sering melihat iring-iringan prajurit Majapahit menuju Tuban atau sebaliknya dari Tuban menuju Majapahit, itu sangat masuk akal sebab Modo memang terletak diantara  jalur Majapahit dengan Tuban.

3.     Ditinjau dari segi politik

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun