Ayu Hendranata
Ayu Hendranata Financial planner

Financial planner & Enterpreneur

Selanjutnya

Tutup

Makro Pilihan

Sektor-sektor Apa Saja yang Menguntungkan Perekonomian Indonesia di Awal 2018?

20 Mei 2018   01:24 Diperbarui: 20 Mei 2018   04:55 1045 1 0
Sektor-sektor Apa Saja yang Menguntungkan Perekonomian Indonesia di Awal 2018?
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK)

Kinerja perekonomian Indonesia pada Triwulan I (2018) tumbuh 5,06% lebih tinggi dibanding kinerja pada Triwulan I (2017) sebesar 5,01 %.

Berikut diulas beberapa sektor penting  yang berkontribusi dalam momentum peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berlanjut (Data:APBN Kita) :

1. Pertumbuhan investasi yang mencatat pertumbuhan tertinggi dalam 5 tahun terakhir (7.95%) dan  kinerja pertumbuhan double digit impor (12.75%) yang ditopang oleh kenaikan impor barang modal menandakan adanya peningkatan gairah aktivitas investasi dan perdagangan di Indonesia.

Peningkatan investasi dan impor barang modal pada periode ini diyakini menjadi kunci peningkatan kapasitas produksi dan aktivitas ekonomi di masa yang akan datang.

2. Dari sisi pengeluaran, stabilitas kinerja konsumsi masyarakat dan peningkatan investasi menopang kinerja perekonomian nasional. Konsumsi masyarakat yang terdiri atas rumah tangga dan lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT) tumbuh relatif stabil sebesar 5,01% didukung oleh tingkat inflasi yang terjaga dan pelaksanaan bantuan sosial yang lebih tepat waktu.

Hal ini tercermin pada beberapa komponen konsumsi pokok yang kembali menunjukkan tren peningkatan setelah sempat melambat dalam beberapa periode terakhir, seperti konsumsi kebutuhan pakaian dan perlengkapan rumah tangga. Di samping itu, belanja masyarakat mengalami kenaikan yang terkait dengan pelaksanaan Pilkada.

(Pilkada) serentak 2018 dibeberapa daerah pemilihan besar memberikan dorongan tambahan terhadap konsumsi masyarakat. 

Sementara itu, kinerja konsumsi pemerintah tumbuh positif 2,73%, sedikit lebih baik dibanding capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,69% . Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan realisasi belanja barang, belanja pegawai serta penyaluran bantuan sosial.

Sektor Sektor Apa Saja yang Menguntungkan Perekonomian Indonesia di Awal 2018?
Sektor Sektor Apa Saja yang Menguntungkan Perekonomian Indonesia di Awal 2018?
3. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sejak Triwulan IV- 2012 yaitu sebesar 7,95%. Kinerja tersebut didorong oleh kelanjutan proyek pembangunan infrastruktur fisik di berbagai daerah yang terlihat dari peningkatan komponen investasi bangunan dan konsumsi semen domestik di Triwulan I. 

Selain investasi bangunan, investasi dalam bentuk mesin dan perlengkapan, kendaraan dan peralatan lainnya juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini ditandai dengan tingginya tingkat pertumbuhan penjualan mobil niaga dan alat berat. Kenaikan komponen investasi non bangunan tersebut bersumber dari peningkatan produksi industri domestik dan dukungan impor.

4. Dari sisi perdagangan internasional, impor mencatat pertumbuhan double digit sebesar 12,75%, jauh di atas kinerja ekspor yang hanya tumbuh 6,17%. Kinerja impor yang tinggi dipengaruhi oleh peningkatan permintaan domestik terhadap barang input produksi serta tingginya pertumbuhan impor barang modal seperti 

Screenshot
Screenshot
mesin,kendaraan, dan peralatan lainnya. Sementara itu, pertumbuhan ekspor masih tumbuh positif meskipun tidak secepat laju pertumbuhan impor. Hal ini ditopang oleh peningkatan ekspor beberapa komoditas dan produk industri ke negara mitra dagang utama. 

Dari sisi produksi, seluruh sektormampu tumbuh positif pada Triwulan I 2018. Kinerja pertumbuhan ditopang oleh sektor-sektor kunci seperti perdagangan, konstruksi serta jasa-jasa. Sektor industri pengolahan (manufaktur) tumbuh sebesar 4,50%, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar 4,28 %.

Kinerja positif tersebut terutama ditopang oleh peningkatan produksi pada kelompok industri makanan minuman, produk tekstil, serta produk kulit dan alas kaki seiring dengan peningkatan permintaan baik untuk ekspor maupun kebutuhan persiapan bulan
Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

5. Industri mesin dan perlengkapan, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, & Perikanan (3.14%),Pertambangan dan Penggalian (0.74%), Industri Pengolahan (4.50%), Konstruksi (7.35%), Perdagangan Besar dan Eceran (4.96%), Transportasi & Pergudangan (8.59%) ,Akomodasi & Makan Minum (5.54%), Informasi dan Komunikasi (8.69%) Jasa Keuangan dan Asuransi (4.38%),Jasa-jasa lainnya (5.48%) juga mencatat pertumbuhan yang tinggi sejalan dengan kinerja komponen investasi mesin dan perlengkapan. 

Namun demikian, terdapat pula beberapa kelompok industri yang mengalami penurunan kinerja seperti industri pengolahan tembakau, produk kertas, barang logam dan elektronik, serta industri kimia dan farmasi.

6. Sektor perdagangan juga mencatat pertumbuhan yang lebih baik yakni sebesar 4,96%, didukung oleh peningkatan penjualan alat berat dan kendaraan, khususnya kendaraan niaga. Kinerja sektor ini juga sejalan dengan peningkatan kinerja perdagangan internasional baik ekspor maupun impor.

7. Sektor konstruksi juga terus menunjukkan peningkatan dengan tumbuh sebesar 7,35 %, lebih tinggi dibanding pertumbuhan Triwulan I tahun 2017 yang sebesar5,96 %. Kinerja sektor ini mampu tumbuh konsisten di atas pertumbuhan ekonomi nasional didorong oleh keberlanjutan pembangunan infrastruktur fisik baik yang diinisiasi oleh pemerintah maupun swasta.

8. Sektor-sektor jasa yang terkait dengan konektivitas masyarakat dan aktivitas leisure menunjukan kinerja yang sangat baik. Sektor informasi dan komunikasi serta sektor transportasi dan pergudangan konsisten tumbuh tinggi masing-masing sebesar 8,69 % dan 8,59 %. 

Kinerja sektor informasi dan komunikasi masih didukung oleh peningkatan penetrasi penggunaan telepon seluler baik bersifat ekonomi maupun non ekonomi. Di sisi sektor transportasi, kinerja didukung oleh adanya penambahan rute angkutan kereta api dan kapal laut serta kegiatan penunjang transportasi seperti pergudangan dan pengiriman barang.

9. Sektor akomodasi makan minum mencatat pertumbuhan 5.54% ditunjukkan oleh meningkatnya rata-rata tingkat hunian kamar hotel dan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

10. Di sisi lain, sektor jasa keuangan masih tumbuh relatif lambat sebesar 4,38 %seiring dengan proses konsolidasi perbankan serta pertumbuhan kredit yang belum meningkat signifikan.

11. Sektor pertanian tumbuh melambat sebesar 3,14 persen akibat kinerja produksi tanaman pangan yang menurun menyusul adanya beberapa panen raya yang tertunda. Meskipun kondisi cuaca secara umum cukup kondusif untuk mendukung kenaikan produksi kelompok perkebunan, hortikultura,kehutanan, dan perikanan.

12. Sektor pertambangan hanya tumbuh 0,74 % di tengah perbaikan harga-harga komoditas pertambangan secara umum.Bahkan kinerja kelompok pertambangan batu bara dan migas mengalami kontraksi pertumbuhan. Kinerja sektor ini diselamatkan oleh pertumbuhan tinggi yang dicapai kelompok tambang bijih logam, yang didorong oleh peningkatan ekspor mineral logam dari Provinsi Papua. 

Harga komoditas khususnya minyak bumi diperkirakan akan terus mengalami peningkatan. Rata-rata Harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price / ICP) hingga bulan April tercatat sebesar 64,1 dolar AS per barel. Kenaikan harga ini dikarenakan harga minyak mentah utama dunia yang sejak awal tahun meningkat dan mencapai harga tertinggi setelah penurunan di tahun 2014. 

Lonjakan harga di bulan April dipengaruhi oleh gangguan geopolitik yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Timur Tengah. Selain itu ketidakmampuan Venezuela untuk kembali berproduksi di tengah kondisi perekonomian domestiknya yang semakin terpuruk juga mendorong penurunan produksi minyak mentah.

#APBNKita#KinerjaEkonomiMakro#EkonomiIndonesia

~ Ayu Hendranata~