Mohon tunggu...
Ayom Budiprabowo
Ayom Budiprabowo Mohon Tunggu... Bersyukur dan berpikir positif

Alumni Undip, IKIP Bandung dan STIAMI. Pernah bekerja di SPP Negeri Ladong, Universitas Abulyatama Aceh dan Pemda Kabupaten Sukabumi.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Tren Ikan Hias Air Tawar Terus Berlanjut (2021)

12 Januari 2021   22:31 Diperbarui: 12 Januari 2021   22:38 1540 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tren Ikan Hias Air Tawar Terus Berlanjut (2021)
Gambar (1) (3) Aquascape di Zaki Aquatic Store Cisaat Sukabumi (2) Uji coba mengembangbiakan ikan guppy di Cigunung Sukabumi/dokpri

Mengawali tahun baru 2021, mari kita bangun sikap optimis dalam menjalani hari-hari kedepan,  walaupun kini masih ada kendala, seperti pandemi covid-19 dan perekonomian yang belum stabil. Tetap berbenah diri agar bisa melangsungkan aktivitas positif  menuju kehidupan yang lebih baik.

Banyak kegiatan positif  yang bisa dilakukan, diantaranya berkebun tanaman hias dan tanaman obat keluarga agar lingkungan rumah menjadi indah dan tubuh kita sehat. Juga bisa mencurahkan hobi memelihara ikan hias air tawar yang menyenangkan dan memberi ketenangan hati. Selain berfungsi juga untuk menghilangkan stres dan menjaga kesehatan. Sebab ikan hias diyakini dapat membangkitkan imunitas tubuh.

Beragam jenis ikan hias yang indah bentuk tubuhnya, berwarna-warni dan tingkah lakunya spesifik, bisa dipelihara di kolam maupun akuarium sesuai karakternya. Pilihlah ikan yang perawatannya relatif mudah dan tidak begitu mahal sesuai kemampuan bujet.

Berdasarkan Kaleidoskop 2020 tentang ikan hias populer (Kompas.com, 12/12/2020), bahwa jenis ikan hias air tawar yang paling populer sepanjang tahun 2020 secara berurutan adalah ikan cupang, guppy, koi, molly, neon tetra, mas koki dan killifish.

Ikan hias ukuran kecil ternyata menjadi favorit para pehobi untuk dipelihara di akuarium atau toples kaca karena sangat indah jika dilihat dari samping, sedangkan ikan koi banyak dipelihara di kolam karena lebih cantik dilihat dari atas.

Selain itu  ikan hias memiliki pesona yang luar biasa indah jika ditampilkan dalam akuarium hias (aquascape) yang disusun artistik laksana  ekosistem di alam, dimana faktor biotik (ikan, udang, siput, tumbuhan air) dan faktor abiotik, seperti batu dan kayu menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling mempengaruhi. Tumbuhan yang ditanam harus tetap hidup dan berkembang dengan bantuan cahaya lampu.

Keindahan aquascape menjadi daya tarik utama sehingga masyarakat suka memelihara ikan hias, sampai-sampai menjadi "demam aquascape".

Membuat aquascape memerlukan keahlian teknis mendesain, sekaligus mampu mewujudkan suatu ekosistem buatan pada media air seperti pada akuarium. Memang membuat aquascape  relatif rumit, namun bisa dibuat sendiri dengan mengikuti tutorial yang banyak beredar di media masa. Namun jika terkendala sesuatu hal sehingga tidak bisa berkreasi sendiri, maka bisa langsung membeli aquascape  yang sudah jadi, sekalian minta kiat cara perawatannya.

Kini pehobi ikan hias air tawar semakin banyak, hal ini merupakan berkah bagi pedagang dan pembudidaya ikan hias karena meningkatkan permintaan. Tidak hanya ikan hias yang melonjak permintaannya, tapi juga produk pelengkapnya, seperti akuarium, pakan ikan, tumbuhan air, batang kayu, batu, kerikil, obat-obatan ikan,  pompa air, lampu akuarium dan aerator.

Hal ini menjadi faktor pengungkit berkembangnya usaha ikan hias, sebagaimana yang disampaikan oleh pedagang ikan hias di pasar Cisaat Sukabumi, bahwa terjadi peningkatan jumlah pembeli dibanding  sebelum pandemi covid-19. Barang dagangannya juga semakin banyak dan ramai pembeli. Demikian juga yang diungkapkan Pak Anwar dari  Aquascape Sukabumi (Zaki Aquatic Store) Cisaat Sukabumi, bahwa terjadi peningkatan sekitar 30 % dari sebelumnya. Adapun barang dagangannya sebagian besar dibeli dari pasar ikan Parung Bogor.

Menurut Pak Mamay, pembudidaya ikan hias asal Cibaraja Sukabumi, sekaligus sebagai pedagang ikan hias (koi, komet, buster) di pasar ikan Parung Bogor mengatakan, bahwa saat ini penjualan ikan hias sudah kembali normal. Ikan hias dibawa ke parung tiga kali seminggu (senin, kamis, sabtu) dengan nilai 20 juta-40 juta rupiah sekali kirim, kecuali saat diterapkannya PSBB diberbagai daerah awal pandemi covid-19 (2020), omzetnya mengalami penurunan hingga 40 %. Namun demikian beliau merasa puas berjualan di pasar ikan parung karena menguntungkan dan pasar ikannya dikelola dengan baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x