Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Antologi puisi: Tiga Bicara Hujan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kita, Pada Suatu Hari yang Agak Mendung

13 Januari 2021   06:50 Diperbarui: 13 Januari 2021   07:03 267 78 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kita, Pada Suatu Hari yang Agak Mendung
Ilustrasi. Foto oleh Khoa Vo/ Pexels 

Kita adalah suatu pagi yang dingin, menghangatkan hati pada setengah periuk bubur ayam, yang akan kita jual hari ini. Ada perih saat mengiris-iris daun bawang. Bukan pada mata, tapi luka pada cerita, takusai di usia senja 

Kita, mungkin juga sebuah jalan yang lengang, memaksakan dengan keramaian yang semu; menghitung hari, berbilang tahun. Musim-musim yang bercerita, tentang gelang dan kalung yang gugur, menggenapi mimpi yang semakin kabur 

Takada mimpi yang salah. Hanya kadang langkah kaki gamang kehilangan arah 

Terkadang kita menjadi paket internet 1 Gb, berhemat-hemat selama seminggu, berselancar di ombak percakapan, hanya sekadar mengirimkan pesan,  "Hai, selamat pagi cinta?" 

Pada suatu hari yang agak mendung, kita berusaha agar hati tetap hangat menghadapi semangkuk bubur ayam yang dingin, sisa jualan pagi tadi. Bersembunyi dari gerimis, agar waktu tak terlihat basah 

***

Lebakwana, Januari 2021 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x