Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Renung

19 Agustus 2020   21:24 Diperbarui: 19 Agustus 2020   21:30 72 35 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Renung
Ilustrasi. Foto oleh Sassu Anas/ Pexels 

Jejak-jejak bulan lepas pada almanak. Ada coretan kecil yang gugup dan gemetar, bercerita tentang hari-hari, betapa dinginnya tungku pembakar. "Lupakan, kalau hari ini tak ada yang bisa ditanak."                   

Angka-angka yang dilingkari, menandakan musim kupu-kupu, dan musim-musim pecahnya telapak kaki 

Yang datang, yang pergi. Yang di puncak gemilang, dan orang-orang yang masih bermimpi 

Sebentar lagi musim angin barat, sedang perahu sudah lama karam. Dan kepedihan tak mungkin selalu punya alamat 

"Ini bukan soal kalah atau menang, tapi menimbang sampai kapan kita bisa bertahan."

Katamu, bersiap-siap untuk pergi 

***

Cilegon, Agustus 2020 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x