Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://web.facebook.com/PimediaPublishing/ WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Sepi

6 Maret 2023   10:42 Diperbarui: 6 Maret 2023   10:42 101
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://theconversation.com/why-loneliness-is-both-an-individual-thing-and-a-shared-result-of-the-cities-we-create-198069

Dulu....

Tiga anak perempuan, satu kucing. Setiap hari adalah bencana. Gadis-gadis itu berlari dan berteriak selama berjam-jam. Kami tersandung mainan yang berserakan di ruang tamu. Jejak kaki berlumpur mengotori ubin dapur. Remah menjadi pasir pantai di kursi sofa. Jus yang tumpah menciptakan bercak tinta Rorschach di atas karpet. Pakaian kotor berserakan di lantai kamar tidur. Kotoran kucing teronggok di bak pasir di ruang keluarga.

"Rumah ini terlalu kecil!" dia berteriak.

***

Sekarang....

Anak-anak telah terbang bersama suami pilihan mereka. Kucing sudah ... lewat.

Tidak pernah lagi tersandung mainan. Ubin mengilap bebas dari jejak kaki berlumpur. Hening merajalela.

Dia berbaring di sofa baru, menghiasi kain yang harum melati dengan air mata.

"Rumah ini terlalu besar," dia berbisik.

Bandung, 6 Maret 2023

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun