Mohon tunggu...
Asep Setiawan
Asep Setiawan Mohon Tunggu... Akuntan - Membahasakan fantasi. Menulis untuk membentuk revolusi.

Nalar, Nurani, Nyali. Curious, Critical, Rebellious.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Stasiun Tangerang

19 November 2022   08:58 Diperbarui: 19 November 2022   09:00 104
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Temui aku di Stasiun Tangerang.
Di antara dua keramaian, satu kehidupan.
Di antara dua ruh, satu masa depan.
Pada pagi penuh hujan.
Aku cinta....
Biar gemuruh simfoninya merdekakan fantasi terdalam.
racaukan mantra-mantra klasik,
di atas bangku panjang,
di pojok stasiun...

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun