Mohon tunggu...
Adjat R. Sudradjat
Adjat R. Sudradjat Mohon Tunggu... Penulis - Panggil saya Kang Adjat saja

Meskipun sudah tidak muda, tapi semangat untuk terus berkarya dan memberi manfaat masih menyala dalam diri seorang tua

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Ahok, Idul Adha, dan Permintaan Maaf yang Terlambat

1 Agustus 2020   12:32 Diperbarui: 1 Agustus 2020   13:31 329
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Basuki Tjahaja Purnama (Sumber: wikipedia.org)

Satu hari menjelang perayaan hari raya Iedul Adha, pelaku ujaran kebencian terhadap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama, atau sebelumnya biasa dipanggil Ahok, berhasil dicokok aparat kepolisian.

Dua orang perempuan pelaku pencemaran nama baik BTP, masing-masing berinisial KS (67) yang berasal dari Bali, dan EJ (47) warga Medan, Sumatera Utara itu tergabung dalam komunitas bernama Veronica Lovers.

Berdasarkan penjelasan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, EJ ini adalah ketua komunitas Veronica lovers, dan kerap melakukan pencemaran nama baik melalui akun Instagram @an7a_s679.

Sebagaimana diketahui, Veronica Tan adalah mantan istri dari Ahok sebelum menikah dengan Puput Nastiti Devi yang sekarang ini telah memberikan seorang bayi perempuan.

Setelah tertangkap, kedua pelaku ujaran kebencian tersebut di samping mengakui segala kesalahannya itu, mereka pun menyatakan permintaan maaf, dan merasa menyesal atas segala kekhilafannya.

Selain itu keduanya pun menyatakan tidak terafiliasi dengan kelompok-kelompok yang selama ini dianggap sebagai seteru mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Keduanya mengaku hanya bersimpati terhadap nasib Veronica Tan, dan merasa baper, alias terbawa perasaan saja, lantaran sama-sama sebagai kaum perempuan.

Sejatinya watak perempuan, suka maupun tidak, memang mudah sekali terbawa perasaan, alias baper, apabila menemukan sesuatu yang menyangkut peristiwa yang terjadi terhadap sesama kaumnya.

Selain itu, apabila mereka mendapatkan temuan seperti misalnya seorang istri yang dimadu, dan diselingkuhi suaminya, maka tak pelak lagi akan menjadi bahan pembicaraan dengan sesamanya. Apalagi namanya kalau bukan gosip disebutnya. 

Terlepas dari latar belakang, atau yang menjadi penyebab suaminya itu menikah lagi. Pokoknya kebanyakan dari kaum perempuan langsung men-judge kalau perempuan sesamanya yang tersakiti adalah yang berhak mendapatkan pembelaan. 

Memang benar jika mendengar kata gosip, tentu dalam hati semua orang akan mengiyakan jika kegiatan tersebut sangat lekat dengan image wanita. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun