Mohon tunggu...
Ar Royyan Mas
Ar Royyan Mas Mohon Tunggu... Pelajar di Universität Bonn, Germany

dreaming big. interested in music, reading, and writing

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Ingin Kuliah di Jerman, Yuk Ikuti Langkah-langkahnya!

14 Januari 2020   05:59 Diperbarui: 14 Januari 2020   23:21 3917 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ingin Kuliah di Jerman, Yuk Ikuti Langkah-langkahnya!
Ilustrasi via studying-in-germany.org

Saya merasa sangat bersyukur bisa menuntut ilmu di Jerman. Saya dapat pergi ke Jerman dengan bantuan agen studi. Banyak hal, mulai dari kursus, biaya visa studi, tiket pesawat dari Jakarta ke Frankfurt, ditanggung agen.

Setelah menyelesaikan kursus bahasa Jerman hingga tingkat B1, saya mengajukan visa studi ke Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, dan 2 bulan berselang saya berangkat ke Jerman.

Setibanya di Jerman, saya bertemu dengan banyak teman satu agen, dan juga orang Indonesia, entah itu yang kursus bahasa dan akan melanjutkan kuliah di Jerman, hingga yang bekerja di Jerman, dan lain sebagainya.

Ketika bertemu dengan teman-teman Indonesia lainnya, banyak ternyata yang berangkat tanpa agen. Mereka seperti punya rasa bangga karena bisa berangkat ke Jerman tanpa bantuan agen. Saya bisa pahami itu.

Mengurus kelengkapan dokumen, hingga mencari informasi di internet, itu tidak mudah jika dilakukan sendiri. Saya banyak belajar juga dari teman-teman, bagaimana bisa berangkat ke Jerman tanpa bantuan agen. Ternyata tidak susah jika kita rajin mencari informasi. Di sini, akan saya jelaskan step by step untuk bisa kuliah di Jerman. 

Pertama, mencari informasi. Langkah pertama adalah mencari informasi mendalam, baik itu tentang negara yang ingin dituju, bidang studi, biaya (salah satu yang paling penting), universitas yang diinginkan, informasi tentang kursus bahasa, atau mungkin mencari agen studi ke luar negeri.

Jika tidak ingin repot mengurus banyak hal tentang studi Anda, agen akan dengan senang hati membantu. Fee dan paketnya beragam, ada yang menawarkan sekaligus dengan les bahasa, hingga biaya les bahasa di Jerman, bermacam-macam. Semakin banyak benefit yang didapat, semakin mahal juga.

Perlu diingat, untuk rute kuliah di Jerman. Setelah lulus SMA, kita tidak bisa langsung melanjutkan ke universitas. Kita harus menempuh studienkolleg atau sekolah penyetaraan.

Lazimnya sekolah penyetaraan berlangsung selama 2 semester, tapi ada juga yang hanya 1 semester. Untuk bisa masuk ke salah satu studienkolleg, kita harus menempuh tes masuk, namanya Aufnahmeprfung (biasa disingkat ANP).

Berapa sih biaya kuliah di Jerman? Untuk bisa menempuh studi di Jerman, kita harus membuka Sperrkonto (blocked account). Intinya kita harus menaruh deposit uang di Bank Jerman (saya menggunakan Fintiba) sejumlah 10.236 Euro (kurang lebih Rp 157 juta, kurs per 17 Januari). Uang ini nantinya akan ditransfer ke akun Bank Jerman kita, 853 Euro per bulan. Mari saya beri gambaran pengeluaran bulanan saya di Jerman.

- 300 housing. Harga sewa tempat tinggal di Jerman cukup variatif. Provinsi seperti Bavaria, Batten-Wttenberg, memiliki harga sewa yang cenderung lebih mahal. Selain itu, kota besar juga biasanya memiliki tarif lebih tinggi.

Saran saya, usahakan tinggal di Studentenwohnheim alias asrama mahasiswa, yang mana biasanya tarifnya akan jauh lebih murah, namun harus angkat kaki setelah lulus.

- 105 asuransi. Syarat kuliah di Jerman harus memiliki asuransi negeri, seperti AOK yang preminya lebih mahal daripada asuransi swasta.

- 60 belanja mingguan.

- 50 transportasi umum. Biasanya dibayar di awal semester, asumsikan 300 per semester, dibagi 6 bulan, jadi 50 per bulan.

Kurang lebih seperti ini gambaran umumnya. Lalu, sisa uangnya? Bisa untuk keperluan lain, mungkin untuk keperluan kuliah, seperti membeli buku, notebook, mungkin bisa untuk hang out makan di restoran, bisa juga ditabung.

Bagaimana jika saya ingin bekerja sambil kuliah? Sangat bisa! tapi perlu diingat, kalian harus bijak dalam membagi waktu antara kuliah dan kerja. Jangan tergiur dengan uang sehingga menelantarkan kuliah. Per bulan, gaji yang kita bisa dapatkan dari part-time job adalah 400 euro (angkanya cukup variatif, bergantung dari pekerjaan).

Atau, kalian juga bisa kerja disaat libur kuliah, seperti bulan Juli, Agustus, September, adalah waktu favorit bagi pelajar untuk bekerja, karena tidak mengganggu jadwal kuliah, plus bisa bekerja full-time saat berlibur. Untuk pekerjaan full-time, kita bisa mendapatkan hingga lebih dari 1000 euro per bulan!

Saya juga bisa sarankan jika kalian punya banyak waktu untuk mencari informasi sendiri, kita tidak perlu agen kok. Situs yang mungkin diperlukan untuk mencari informasi tentang kuliah di Jerman adalah studienkolleg-indonesia.de, daad.de, uni-assist.de, dan berbagai website universitas yang bisa dicari di google.

Kedua, kursus bahasa. Saya mulai kursus bahasa Jerman saat kelas 3 SMA, tepat setelah mendaftarkan diri di sebuah agen studi. Kurang lebih, untuk mencapai tingkat B1 (ketentuan minimum untuk mengajukan visa studi), kita membutuhkan waktu 1 hingga 2 tahun.

Saya membutuhkan waktu lumayan lama untuk mencapai B1, karena bahasa Jerman benar-benar terdengar asing di telinga dan saya butuh waktu yang cukup banyak untuk membiasakan mendengarkan bahasa Jerman.

Tips: Banyak melatih mendengar dan berbicara bahasa Jerman. Di era informasi seperti sekarang, manfaatkan media seperti YouTube, bahkan podcast. Saya suka sekali mendengarkan podcast bahasa Jerman, salah satunya oleh DW.

Jangan terburu-buru belajar bahasa baru, karena kunci dari belajar bahasa itu tentang kebiasaan. Kita harus membiasakan berbicara, mendengarkan, membaca dengan bahasa baru kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN