Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Email: kecengsc@gmail.com

Mahasiswa Komunikasi

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

3 Tips Menulis Academic Essay buat Kamu yang Ingin Kuliah di Luar Negeri

24 Oktober 2020   16:53 Diperbarui: 28 Oktober 2020   09:42 73 28 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
3 Tips Menulis Academic Essay buat Kamu yang Ingin Kuliah di Luar Negeri
Ilustrasi Menulis (layarberita.com)

"Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China" pernah mendengar pepatah tersebut? Kalimat itu seringkali dijadikan landasan oleh orang tua yang mengirimkan anaknya untuk belajar di luar negeri.

Prinsip tersebut juga dipakai oleh ibu saya saat mengirimkan saya ke luar negeri untuk berkuliah di Hong Kong pada pertengahan tahun 2017 yang lalu. Namun di pertengahan tahun 2018 saya kembali ke Indonesia dan melanjutkan studi di President University, Cikarang.

Mungkin alasan saya kembali ke Indonesia bisa dibahas di lain artikel. Di artikel ini saya ingin menenkankan bahwa tekad berkuliah di luar negeri serta dukungan orang tua saja kadang tak cukup untuk menghantarkan kita ke universitas luar negeri yang kita tuju.

Selain kendala biaya, biasanya persoalan bahasa juga sering menjadi biang keladi seseorang gagal melanjutkan studi ke universitas luar negeri tujuannya. Biasanya, universitas LN akan meminta setidaknya 2 hal sebelum menerima anda masuk.

Yang pertama adalah personal statement, dimana anda diminta membuat pernyataan yang berisi alasan mengapa anda memilih universitas tersebut serta memilih jurusan tertentu di universitas itu. Kedua, anda akan diminta melampirkan hasil tes IELTS dengan standar nilai yang sudah ditentukan. Bila anda melampirkan hasil tes yang berada dibawah standar, hampir pasti kita tidak akan diterima masuk oleh universitas yang bersangkutan.

Maka dari itu, saya ingin membagikan 3 tips yang membantu teman-teman menulis essay secara akademik guna meningkatkan kualitas personal statement kalian serta mengangkat nilai IELTS dari aspek Writing-nya agar lebih mudah diterima di universitas luar negeri.

1. Hindari Menulis Dengan Gaya Speaking

Bagi teman-teman yang terbiasa melakukan speech, debate maupun story telling, pasti cukup kesulitan ketika diminta menulis personal statement atau writing di IELTS. Hal itu karena penggunaan Bahasa Inggris yang digunakan dalam writing dan speaking adalah 2 hal yang berbeda. Berikut perbedaannya.

Beberapa kata yang lazim digunakan dalam speaking adalah:

a. Kata penghubung: I mean, To be honest, Ladies and gentleman
b. Kata penutup: In the end, My last message, My last point

Sementara dalam kaidah penulisan academic essay, kata-kata tersebut tidak boleh dipakai kalau teman-teman menginginkan nilai yang bagus. Coba ganti kata tersebut dengan kosakata dibawah.

a. Kata penghubung: Moreover, Furthermore, Similarly, In contrast
b. Kata penutup: In conclusion, All in all, In summary, To conclude

2. Gunakan Vocabulary Tingkat Tinggi Agar Terlihat Cerdas

Penggunaan vocabulary dengan tingkat kesulitan yang tinggi adalah salah satu kriteria yang dapat meningkatkan kualitas personal statement maupun nilai writing IELTS kita.

Nah, langkah pertama untuk mewujudkan hal tersebut adalah hindari penggunaan kata "Very" dalam essay kita. Maka dari itu, coba simak variasi kata "Very" dibawah.

a. Very cold: Freezing
b. Very tired: Exhausted
c. Very smart: Intelligent
d. Very old: Ancient
e. Very beautiful: Gorgeous
f. Very angry: Furious


Ketujuh kata di atas adalah beberapa kata-kata yang jarang kita ucapkan dalam percakapan Bahasa Inggris kita sehari-hari, namun penggunaan kata tersebut dalam tes IELTS maupun personal statement dapat menunjang kualitas isi essay yang kita tulis secara drastis di mata examiners (pemeriksa/penguji).

3. Berikan Argumen Yang Jelas Serta Contohnya

Argumen yang baik di setiap paragraf adalah komponen utama yang menjadi fondasi bagi suatu essay agar dapat disebut essay yang berkualitas. Untuk membangun argumen yang baik dalam satu paragraf diperlukan 2 hal yakni main idea (ide utama) dan supporting sentence (kalimat pendukung). Contohnya kira-kira seperti ini:

"Indonesian national football team is experiencing a drawback in terms of its achievement. For example, failing to qualify for the AFF Suzuki Cup 2018 Final."

Ide utama paragraf tersebut adalah bahwa Timnas Indonesia mengalami kemunduran akhir-akhir ini. Lalu, kalimat pendukung dari ide utama tersebut adalah kegagalan memasuki babak final di AFF Suzuki Cup 2018 yang lalu.

Satu paragraf dengan argumen yang baik hanya boleh memiliki satu ide pokok di dalamnya. Sedangkan kalimat pendukung, bisa lebih dari satu. Semakin banyak kalimat pendukungnya maka semakin kuat pula argumen yang coba kita bangun.

***

Sekian tips yang bisa saya berikan guna meningkatkan kualitas essay teman-teman, semoga bermanfaat.

VIDEO PILIHAN