Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Lainnya - Tukang Kayu Setengah Hati

Menikmati Bola, Politik dan Sesekali Wisata

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Menyebut Soal "Pembisik", Isyarat Sandiaga Uno untuk "Setan Gundul"?

7 Mei 2019   05:25 Diperbarui: 7 Mei 2019   05:59 374
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sandiaga Uno I Gambar : Tribun

Bola panas soal siapa "setan gundul" yang membisiki Prabowo menang hingga 62 persen terus bergulir. Terakhir, cawapres dari kubu 02, Sandiaga Uno ikut berbicara.  Ditemui di kediaman orang tuanya, Sandi memang tidak berbicara langsung tentang "Setan gundul" namun bicara tentang para pembisik Prabowo saat deklarasi.

"Saya juga jadi kepengin tahu. Karena setahu saya yang ada di situ (deklarasi klaim kemenangan), kan saya waktu itu lagi cegukan, terus saya turun, orangnya yang mendampingi Pak Prabowo memberikan deklarasi ke depan," ucap Sandiaga Uno, Senin (6/5/2019).(detik.com)

Jika soal para pembisik, Sandiaga seperti ingin mengatakan bahwa yang mendampingi Prabowo deklarasi ke depan adalah parah pembisik itu.  

Apakah ini adalah isyarat Sandi untuk menjelaskan "Setan gundul"itu? Sandi tidak terlalu jelas menyatakannya. Sandi bahkan menyatakan bahwa dirinya juga ingin tahu, siapa setan gundul tersebut.

Mungkin Sandi hanya ingin meneduhkan suasana, karena isu "setan gundul" telah membuat gaduh perpolitikan nasional, terutama di internal koalisi Prabowo.

Interpretasi demi interpretasi terus terjadi. Kelompok-kelompok yang mungkin merasa risih karena merasa dituding oleh Andi Arief mulai saling membela diri bahkan balik "menyerang" Andi Arief dan Demokrat.

Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid atau HNW termasuk yang lebih dahulu ikut berbicara.

"Justru Demokrat yang menyebutkan survei internal Demokrat menyebutkan 62 persen Prabowo menang," kata HNW di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Soal pernyataan HNW, Demokrat langsung cepat mengklarifikasi, bukan melalui Andi Arief namun melalui Ketua DPP PD, Jansen Sitindaon.

"Aduh... dapat data dan informasi dari mana itu Pak Hidayat Nur Wahid ya? Kok malah menuduh sumber 62 persen kemenangan Pak Prabowo itu dari Demokrat? Harus kami tegaskan tidak benar sama sekali pernyataan Pak HNW itu," kata Jansen kepada wartawan, Senin (6/5/2019).

Jansen lantas menceritakan bahwa memang Demokrat pernah mengatakan soal 62 persen, namun bukan tentang hasil kemenangan pasca Pmeilu, melainkan survei tentang keinginan kader PD saat itu untuk berkoalisi dengan Prabowo. Sebanyak 62% kader PD ingin berkoalisi dengan Prabowo, sisanya ke Jokowi.

Kelompok lain yang secara langsung menanggapi pernyataan soal "setan gundul" Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), dua kelompok ini memang amat dominan dalam kegerakan pemenangan Prabowo-Sandi hingga sekarang.

Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) memang pantas gerah atau tersudutkan, karena Andi Arief sendiri menyatakan bahwak "setan gundul" ini tidak termasuk di dalam koalisi partai.

Melalui Ketua PA 212 Slamet Ma'arif , PA 212 dengan santai menyanggah dan mengatakan masih tidak paham maksud Andi Arief.

"Saya bukan paranormal, jadi bukan maqom saya lihat setan. Saya fokus ke dunia manusia saja, saya tidak mau masuk dunia setan, karena kami bukan setan. Nggak paham apa maksudnya," ujar Slamet, yang juga Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi.

Di tengah kegaduhan internal ini, Gerindra yang selama ini berusaha menjadi penengah, ikut memberi penjelasan. Melalui Andre Rosiade, jubir BPN sekaligus politisi Gerindra, partai pengusung utama ini berharap agar koalisi kembali teduh lagi.

"Mengenai setan gundul yang disampaikan Bang Andi Arief, saya terus terang tidak tahu. Yang saya ketahui bahwa koalisi ini terdiri atas Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, dan Berkarya ini masih solid dan punya komunikasi yang baik," kata juru bicara BPN Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (6/5).

"Dan koalisi lima parpol inilah yang memimpin di BPN. Harapan saya, kalau ada pertanyaan dari kader koalisi, hal ini lebih baik disampaikan di forum internal, bukan di medsos," tambah Andre memberi saran.

Pernyataan Andi Arief seperti kembali menyatakan bahwa isu koalisi Prabowo sedang retak itu memang nyata terjadi.

Kali ini koalisi Prabowo mendapat agenda baru, bukan saja memperjuangkan Prabowo-Sandi dapat menang seperti yang diyakini, namun juga memastikan isu "setan gundul" tidak merebak terlalu luas.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun