Mohon tunggu...
Arman Syarif
Arman Syarif Mohon Tunggu... Guru yang suka menulis dalam sepi ditemani kopi hitam

Berhentilah mengeluh. Mengeluh tak akan mengubah keadaan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Meski Ku Bosan, Tak Lelah Mengingatkan

19 April 2019   23:03 Diperbarui: 19 April 2019   23:27 0 24 7 Mohon Tunggu...
Puisi | Meski Ku Bosan, Tak Lelah Mengingatkan
Dokpri

Bosan serasa merajai hari-hariku. Di mana-mana berita hiruk-pikuk politik mendominasi. Bagai makanan tersaji, meski ku tak lapar, juga dipaksa untuk melahap.

Seolah mata ini telah lelah membaca rangkaian aksara yang tak menyejukkan. Telinga inipun serasa sudah jemu mendengar suara-suara bising.

Nyaris semuanya terseret dalam pusaran politik. Ada yang serius, ada yang sekadar ikut meramaikan. Ada pula yang berbusa-busa karena mereka punya kepentingan ekonomi politik.

Ada pula yang membela mati-matian karena khawatir akan dicopot dari jabatannya atau dimutasi tempat kerja, mungkin jauuuhhh... ke ujung samudra.

Semuanya berujung pada kubu-kubuan. Sejak dulu saya menggurat bait-bait pengingat. Jagalah lisan dan jemari Anda. Jangan membelah ikatan persaudaraan hanya karena beda dukungan politik.

Kusingkat saja. Untuk Anda yang di dalam bilik hatinya ada terukir Islam, kuselipkan dibait puisi ini, ayat dari Tuhan untukmu sebagai pengingat saja:

"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara" Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 10. Jikalau itu dirasa belum cukup, nih hadis Nabi:

"Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzalimi dan meremehkannya dan jangan pula menyakitinya." (HR. Ahmad, Bukhari, &Muslim).

(Catatan langit, 19 April 2019)

KONTEN MENARIK LAINNYA
x