Mohon tunggu...
Ari Indarto
Ari Indarto Mohon Tunggu... Guru - Guru Kolese

Seputar Cerita, Seputar Peristiwa

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Menikmati Kereta Listrik di Masa Lalu dan Kini

4 November 2022   06:48 Diperbarui: 9 November 2022   12:44 921
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Trem listrik melintas Glodok, 1939 (Sumber: Scott Merrillees, Greeting from Jakarta) 

Jakarta membutuhkan angkutan umum yang aman dan nyaman. Merintis angkutan umum untuk Jakarta memang tidak mudah. Gubernur satu dan Gubernur yang lain berganti, rasanya angkutan umum Jakarta belum ramah penumpang, apalagi ramah anak, ramah wanita, ramah orang tua dan ramah kaum difabel. 

Langkah langkah untuk mewujudkan angkutan Jakarta yang nyaman berkali-kali dilakukan. Trem, kereta api, bus, angkutan kota angkutan sekolah, bahkan MRT, ataupun LRT selalu dicoba untuk diaplikasikan untuk mengatasi kemacetan Jakarta. Kemacetan yang semakin hari semakin tidak bisa diduga, kemacetan yang serta merta meningkatkan emosi si pengguanya. 

Melihat langkah-langkah perbaikan berbagai angkutan umum Jakarta, rasanya perubahan, peningkatan, pengembangan dan perbaikan angkutan kereta api listrik begitu kentara, bahkan cenderung begitu istimewa.

Bagaimana tidak? Meski rencana pengadaan angkutan kereta listrik sudah ada dimulai sejak jaman Belanda, namun baru pada tahun 1972, kereta listrik mulai muncul kembali setelah pada tahun 60-an sempat dihentikan dan tidak digunakan karena dianggap sebagai biang keladi kemacetan Jakarta. 

Sejak tahun 1972 itulah kereta listrik mulai berbenah. Pada tahun 2008 dibentuk PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), yang fokus pada pengoperasian jalur kereta listrik di wilayah Jabotabek yang melayani sampai 37 rute kereta.

PT KCJ memulai proyek modernisasi angkutan KRL pada tahun 2011. Rute disederhanakan menjadi 5 rute utama, KRL komuter ekspres ditiadakan, pengadaan gerbong khusus wanita, pengadaan tempat duduk khusus wanita hamil, anak-anak, orang tua dan kaum difabel.

Pada tahun 2017, PT KAI Commuter Jabodetabek berganti nama menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Mulai saat itulah fokus perbaikan seluruh sarana dilakukan. 

Berbagai jenis KRL didatangkan terutama dari Jepang. Semakin baik, nyaman dan modern. KRL yang digunakan tahun 1997 termasuk sebagai salah satu KRL yang modern dibandingkan sebelumnya. Kereta yang diproduksi berkat kerjasama PT INKA dengan Hitachi berteknologi Variable Voltage Variable Frequency-Insulated Gate Bipolar Transistor (VVVF-IGBT); ketika mulai bergerak yang sangat halus dan tidak menyentak. Setelah itu, KRL nan canggih mulai menggantikan KRL sebelumnya berkat hibah dan kerjasama dengan pemerintah Jepang. 

Mengenang KRL Masa Lalu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun