Mohon tunggu...
Arif Zakiyul Mubarak
Arif Zakiyul Mubarak Mohon Tunggu... Novelis - Pengamat Politik, dan Akademisi Ushuluddin dan Filsafat

Fortis Fortuna Adiuvat, & Ad Maiora Natus Sum (Keberuntungan akan berpihak kepada si pemberani, & Aku di lahirkan Untuk hal yang lebih besar)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Keheningan Duka

18 Januari 2024   12:24 Diperbarui: 18 Januari 2024   12:40 56
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber; Bing Ai silence

Kemajemukan bangsa indonesia dapat di tandai dengan kayanya kebahasaan dan karya sastra yang indah. 

Buat kali ini penulis ingin berbagi rasa dengan permbaca yang merasakan hal yang sama untuk setiap kalinya di tinggal merasakan kesepian dan keresahan jiwa. semoga bermanfaat;

Keheningan Duka

Angin yang merangu-rangu

Melodi air sedang berbisik-bisik

Dalam sebuah persaksian rembulan

Keheningan tanda pupusnya harapan

            Inilah sunyi dari Rahim-rahim duka

            Yang mudah teriris tanpa suara

            Sekelumit harapan datang tanpa kata

            Setidaknya itu hanya bercanda

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun