Mohon tunggu...
Bledh
Bledh Mohon Tunggu... ____________

Pengkhayal LEPAS

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Biarkan Aku Terus Menulis

25 Maret 2021   09:10 Diperbarui: 25 Maret 2021   09:31 113 33 9 Mohon Tunggu...

Biarkan Aku Menulis

Hadirku bukanlah miningitis
Sekadar mencoba memangkas rambut kriting biar klimis
Hidup bukan menus-menus dan kinyis-kinyis
Kerak dan karat dalam dada, kepala juga indera minta dikikis
Lihatlah tukang parkir yang ceriwis
Mereka bukan pengemis

Sekali waktu ia berkata, masuk dan susun serapi bisa
Ia hanya menjaga
Tak pernah merasa punya

Petuah guruku suatu ketika, "Kita hanyalah tukang parkir sementara. Lalu mengapa begitu bangga, semua diaku kepemilikannya."

Dan biarkan aku menulis,
Tentang garis-garis
Yang terlukis, dilukis
Atau sengaja tidak dihapus karena terlalu mengiris

Seperti sirene mobil berlalu
Kendaraan lain diminta menepi dahulu
Ambulans, patroli polisi, atau armada berat mengancam pelalu
Prioritas nomor satu

Siapa pun kita, saat ini telah jadi penulis
Dalam rasa tinta manis
Melankolis
Meninggalkan jejak, seindah tindik di kulit tipis
Susah dikikis

Saat teringat petuah guru
Tukang parkir
Menulis
Kita hanya berharap meninggalkan kenangan manis
Maka biarkan aku terus menulis

Tb, 25 Maret 2021

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x