Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.750 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 26-02-2024 dengan 2.142 highlight, 17 headline, dan 105.962 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Nomine Best in Fiction 2023. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salah satu tulisan masuk kategori Artikel Pilihan Terfavorit 2023. Salam literasi πŸ’– Just love writing πŸ’–

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Menari di Atas Luka

7 November 2023   16:46 Diperbarui: 7 November 2023   16:52 105
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
From FB page Scandalous into Fabolousness Living with Chronic Pain

Menari di atas luka yang samar. Di atas kokohnya kedua kaki yang mulai lemah. Hanya tergores kenangan lama yang tak lagi indah. Bagaikan penyuara batin yang tak tentu kabar.Β 

Mungkin tersirat rasa pedih mendalam. Terkurung oleh banyaknya luka yang tertoreh. Akankah ada yang mampu menyembuhkan segera. Karena sebentar lagi kenangan baru akan datang.

Baca juga: Lupa Luka Tak Bisa

Masakan aku menolak megahnya kata yang halus terbalut rindu. Dan aku sungguh tak bisa menolak luka. Karena di atasnya aku masih harus terus menari.Β 

Masih banyak yang tak jua memahami. Sesungguhnya itulah sedang kuhadapi. Sebuah luka yang di atasnya memaksaku menari saja.Β 

......

Written by Ari Budiyanti

Baca juga: Luka

#PuisiHatiAriBudiyanti

7 November 2023

Baca juga: Luka

13-2.665

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun