Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Kompasianer 🌸

Menuju 2.000 artikel. Menulis sejak 1 Desember 2018. Semoga terselesaikan segera. Penulis puisi. Hanya saja akhir-akhir ini, kata-kata susah meluncur dari hatinya untuk menjadi puisi. #PuisiHatiAriBudiyanti

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sayap dan Hujan

13 November 2021   21:39 Diperbarui: 14 November 2021   07:46 189 27 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber foto: Petapixel.com/David Travis

Hujan belum jua reda hingga malam tiba
Membuat sayap-sayap basah milik aneka serangga
Kupu-kupu, lebah, capung, hingga kunang-kunang
Tak satu menunjukan diri dari persembunyian di balik bayang-bayang

Juga sedari tadi kicau riuh burung-burung juga tiada
Sayap-sayap kecil mereka ikut mancari peneduh di balik rimbun dedaunan
Berharap ada jeda pada hujan
Hingga dinginnya tak lagi menyiksa

Memiliki sayap namun tetap tak nyaman jika basah karena terpaan air hujan
Ingin dikepakkan untuk terbang namun harus beradu dengan angin yang menambah gigil pemiliknya
Lantunan asa dalam tiap titik air yang makin deras menambah lara
Bulan dan bintang sudah lama bersembunyi dari gelap mendung awan

Sayap ini seolah kini hanya menjadi hiasan pada diri ataukah bisa melindungi dari dingin yang menerpa
Begitulah keluhan si pemilik sayap yang tetiba harus diam tenang menunggu hujan reda

...
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
13 November 2021

24-1.840

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan