Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Lupakan Luka dan Menulislah

23 Maret 2021   22:22 Diperbarui: 23 Maret 2021   22:48 225 52 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lupakan Luka dan Menulislah
Sumber foto: istockphoto.com

Ketika kehidupan berputar pada bentangan masa
Semua menjadi misteri yang terutup tabir
Akan ada waktuya terbuka untuk dipahami dan menjadi buah bibir
Namun mungkin selamanya menjadi sebuah rahasia Sang Pencipta

Bila dalam satu titik di perjalanan
Ada sebuah luka yang membekas karena perkataan
Pun hujaman perih oleh tindakan tak terlupakan
Menorehkan sedalam-dalamnya di batin insan

Apakah bisa dilakukan untuk membebat perih
Sementara hidup harus dilanjutkan
Sehingga sebuah nasihat tersampaikan
Menulislah untuk melupakan luka dan pedih

Namun muncul tanya di kedalaman sanubari
Mampukah kini jemariku menulis lagi
Bila lukisan luka ternyata lebih banyak menghias hati
Mungkinkah melepaskan diri dari belenggu nyeri

Seandainya setiap luka tersalin menjadi untaian aksara
Pun kepedihan yang mengiringi berganti lantunan lagu merdu
Juga kepahitan karenanya berubah menjadi rangkaian bait puisi jiwa
Mungkin saat itu aku telah berhasil menulis untuk melupakan luka

....
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
23 Maret 2021

Artikel ke 1426

Terinspirasi 1 kalimat Daeng Khrisna Pabichara dalam percakapan di WAG

VIDEO PILIHAN