Mohon tunggu...
Apriani Dinni
Apriani Dinni Mohon Tunggu... Guru - Rimbawati

Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kututup Malam Ini dengan Senyuman

3 Desember 2020   22:12 Diperbarui: 3 Desember 2020   22:18 200
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Setangkup doa kucurahkan malam ini 

Bersyukur atas sebuah karunia 

Limpahan doa tercurah untukku

Goresan pena terpatri namaku

Hanya Tuhan membalas semua kebaikan 

Hanya Tuhan yang mengabulkan doa menjadi nyata 

Untuk para sahabat 

Terimalah salam santunku

Tak bisa membalas semua ucapan

Terimalah rasa hormatku

Tarian pena malam ini

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun