Mohon tunggu...
Apri Aji Junanto Saputra
Apri Aji Junanto Saputra Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Sebelum mati, aku ingin berkarya. (Philosophy of Life)

YouTube: Apri Aji Junanto Saputra Instagram: @apriajijunantos

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Andaikan

13 November 2020   22:30 Diperbarui: 15 November 2020   23:25 222
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Loh, kok kamu bisa ada di sini, Mar?" kata Deli sembari menatapku sinis, "Kenapa lagi kamu?"

"Slow down, Del. Lakik juga merespon sesuatu dengan menggunakan perasaan tidak serta-merta menggunakan logika saja," kataku nyolot

"Iya iya, maaf. Terus, kamu kenapa?" tanyanya.

"Iya. Yah, karena secara kebetulan kita bertemu di tempat ini. Del, aku mau melanjutkan soal kemarin itu."

"Oh begitu. Mar, baca buku kumpulan puisi ini dulu," Deli memberikan sebuah buku berwarna putih dan penulisnya bernama Sinna.

Aku hanya membaca buku kumpulan puisi ini sampai halaman 15 dan masih ada sekitar 80 halaman lagi yang belum aku baca. Sejauh ini, aku sudah merasa cukup dengan tulisan-tulisan puisi yang indah itu sehingga aku sedikit melayang-melayang ketika membacanya.

"Bagaimana, puisi-puisinya membuatmu nyaman, bukan?" tanya Deli serius.

"Iya, Del."

"Kamu tahu Sinna itu siapa?"

"Tidaklah," jawabku penuh keyakinan.

"Kumpulan puisi yang kamu baca itu, karya dari Stefani dan Sinna adalah nama penanya. Semuanya itu dia lakukan dengan penuh kesengajaan, agar isi hatinya dapat tersampaikan dengan baik dan agar kau Marrt... tidak mudah menemui karya tulisannya, karena Stefani tahu kalau kau suka membaca dan membeli buku puisi. Dan buku itu adalah kenangan-kenangan darinya. Stefani sudah lanjut studi di Paris, entah kapan dia kembali ke Indonesia. Pertemuan ini memang kita tidak rencanakan sebelumnya, tapi Tuhan sudah mengaturnya. Dan ini waktunya aku sampaikan sama kamu Marrt, bahwa Stefani mencintaimu dan karya puisinya adalah bukti keseriusannya."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun