Mohon tunggu...
Any Sukamto
Any Sukamto Mohon Tunggu... Belajar dan belajar

Ibu rumah tangga yang berharap keberkahan hidup dalam tiap embusan napas.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

5 Regimen Efektif Lawan Covid-19

13 Juni 2020   16:13 Diperbarui: 13 Juni 2020   19:30 45 15 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
5 Regimen Efektif Lawan Covid-19
Tangkapan layar video tvOne

5 Kombinasi Obat Lawan Covid-19 Telah Ditemukan

Kabar yang menggembirakan bagi Bangsa Indonesia, penemuan tim peneliti dari Universitas Airlangga Surabaya bersama Gugus Tugas Nasional untuk penanganan Covid-19 telah berhasil menemukan 5 kombinasi obat untuk melawan Covid-19.

Berita tersebut disampaikan langsung oleh Dr. dr. Purwanti dari Universitas Airlangga Surabaya saat konferensi pers virtual di Graha BNPB Jakarta tadi malam.

Penemuan ini adalah hasil studi para pakar di Indonesia yang bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Intelejen Negara (BIN).
Dalam konferensi pers tersebut, Dr. dr. Purwanti menyebutkan 5 kombinasi obat tersebut adalah: 

1. Liponavir, Ritonavir, Azitromisin
2. Liponavir, Ritonavir, Doksisiklin
3. Liponavir, Ritonavir, Klaritromisin
4. Hidroksiklorokuin, Azitromisin
5. Hidroksiklorokuin, Doksisiklin

Tangkapan layar video tvOne
Tangkapan layar video tvOne
Dari 14 regimen obat yang telah diteliti, 5 regimen kombinasi obat diatas adalah yang paling efektif dan berpotensi menghambat virus masuk pada sel target dan juga membantu penurunan perkembangbiakan di dalam sel.

Regimen merupakan komposisi jenis dan jumlah obat serta frekuensi pemberian obat sebagai upaya terapi pengobatan. Titik tolak penelitiannya berdasarkan prinsip penyakit infeksi, yaitu adanya konsep tiga sisi yang terdiri dari host, lingkungan dan agen.

Upaya pengobatan yang didukung oleh Gugus Tugas Nasional ini merupakan rangkaian upaya dari pengujian dan pelacakan. Pengobatan yang dilakukan bersifat medis dan non medis. Pihaknya dan BIN juga terus berupaya mengembangkan penelitian menggunakan regimen untuk pengobatan medis.

"Hasil tersebut dapat diikuti bertahap dari 24 jam, 48 jam dan 72 jam dan terus menurun dari yang awalnya virus berjumlah ratusan ribu berkurang hingga tak terdeteksi," jelasnya.

Pemanfaatan obat yang telah beredar di pasaran karena obat tersebut telah teruji oleh BPOM. Dikarenakan saat pandemi begini yang dibutuhkan adalah obat yang cepat, tepat dan telah teruji.

" Kami berharap apa yang kami lakukan, BIN, BNPB dan Gugus Tugas Nasional dan seluruh pihak dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat Indonesia tetapi juga dunia," ucap Purwanti. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x