Mohon tunggu...
Anjani Siswo
Anjani Siswo Mohon Tunggu...

twitter: @anjanisiswo

Selanjutnya

Tutup

Muda

Cewek Nembak Duluan, Wajar?

26 Februari 2014   06:59 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:27 2308 0 0 Mohon Tunggu...

Belum lama ini ada seorang teman curhat sama saya. Doi habis ditembak cewek. Nah! fenomenal sekali, bukan? Menurut saya hal itu sangat fenomenal. Heran. Kemudian saya bertanya pada beberapa teman laki-laki saya yang yah ... cukup keren lah dipandang perempuan (setidaknya karena saya menilai demikian, namun semua kembali ke selera). Saya bertanya pernahkah mereka ditembak cewek, jawabannya sungguh fantastis. Walaupun awalnya malu-malu tapi akhirnya mereka bisa berlaku jujur. Hampir seratus persen jujur karena saya sudah cukup dekat dengan mereka sehingga bisa memegang kata-kata mereka. Bahkan ada yang sudah enam kali ditembak cewek.

"Jangan kaget, itu udah biasa jaman sekarang", begitu katanya kepada saya ketika saya menanyakan kebenaran kata-katanya. Kemudian saya bertanya bagaimana balasan dia untuk penembak-penembak itu. Dia berkata bahwa ada yang dia terima karena memang suka namun kebanyakan ditolak. Kemudian yang ada di benak saya saat itu, tidak malu, kah?

Anggap saja saya terlalu klasik, terlalu old school. Nembak duluan adalah hal yang sudah marak di jaman sekarang namun terlalu tabu untuk saya terima. Memang benar jika emansipasi dan kesetaraan gender sudah sangat dijunjung dan diterapkan. Namun dalam hal ini saya tidak yakin.

Saya mengenal kodrat laki-laki yang menembak duluan dan wanita menentukan apakah menerima atau tidak. Lantas sampai kapan? Haruskah wanita diam melulu dan hanya menunggu?

Wanita itu peracik kode yang sangat baik. Kode-kode untuk ditangkap dan dibaca oleh laki-laki. Sayangnya wanita cenderung membuat kode-kode yang rumit dimengerti oleh kebanyakan laki-laki. Melihat kenyataan bahwa laki-laki ternyata tidak pandai menelaah kode yang biasa diberikan wanita. Sedangkan untuk gamblang menyatakan pendapat dan perasaannya bukanlah hal yang mudah untuk kebanyakan wanita.
Di satu sisi nembak duluan tidak menjadi masalah yang besar. Saya setuju. Setuju apabila kelangsungan hubungan jika si lelaki menerima ungkapan cinta itu dengan sepenuh hati. Menerima dengan benar-benar menerima. Bukan karena kasihan, mumpung cantik dan bla bla bla, atau malah ingin memanfaatkan. Kalau wanita nembak duluan, sudah jelas dia memiliki perasaan. Tinggal bagaimana pihak yang ditembak. Bagaimana jika ditolak?

Ini juga yang akan saya bahas. Siap-siapkan mental jika memang sudah fix ingin menembak. Menyiapkan mental diterima dan ditolak. Kalau diterima akan menjadi perkara yang  mudah. Susahnya kalau ditolak. Malu sudah pasti, sakit hati apalagi. Mendapati seseorang yang diberi rasa hingga dibela-belain nembak ternyata tidak memiliki perasaan yang sama. Harus kuat-kuat menerima kenyataan, apalagi wanita cenderung mendramatisir perasaannya. Kodrat juga, bukan? Bahwa wanita sangat condong pada perasaan. Di sini ujian sesungguhnya. Risiko yang harus diterima atas pilihan yang sudah dimantapkan sejak awal.
Melihat realita banyak yang selingkuh, maaf nih untuk para laki-laki, maka tidakkah sebagai wanita juga harus waspada. Perbandingan banyak wanita dan lelaki di dunia ini sudah sangat jomplang (jauh beda) sehingga hal yang mau tidak mau dimaklumi jika lelaki banyak yang doyan selingkuh. Lelaki nembak duluan aja bisa selingkuh, apalagi yang ditembak?

Saya tidak sedang mengunderestimate laki-laki. Hanya sebuah bentuk kewaspadaan yang sewajarnya saja. Sedikit menggunakan logika.

Ada sisi positifnya yang perlu dilihat, usaha. Usaha wanita ini memperjuangkan perasaannya patut diacungi jempol. Saya yakin walaupun nembak duluan sudah mainstream namun masih banyak wanita yang enggan atau tidak berani nembak duluan. Mungkin mau, berkeinginan juga tapi tidak memiliki keberanian. Cinta patut diperjuangkan, menurut hasil masalah nanti.

Menimbang dua kemungkinan saya masih sangat menolak kewajaran ini, kewajaran wanita nembak duluan. Hal prinsipil untuk saya, namun saya masih bisa menerima realita ini. Saya sangat menghargai usaha wanita melakukan hal tersebut. Segalanya memiliki alasan dan wanita memiliki hak untuk mengungkapkan perasaan. Lelaki sejati sudah sepatutnya menghargai hak wanita dan memberi keputusan yang bijak.

Hidup ini seperti kartu bergambar yang memiliki dua sisi. Semua tergantung dari mana kita melihat dan menilainya. Bagaimana kita mengambil sisi positifnya tanpa memungkiri segala negatifnya.

Nembak cewek duluan bukanlah kesalahan. Tapi bukankah lebih asik mengembangkan rasa penasaran laki-laki? Bukankah lebih menarik berlari-lari kecil untuk dikejar? Mengirim kode-kode dan menunggu hasil pemecahan kode sebagai surprise?

Semua kembali pada pribadi masing-masing, sebab pemikiran dan hati seseorang berbeda-beda. Hati orang siapa yang tahu.

Salam,

Anjani.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x