Mohon tunggu...
Anggi DwiHandayani
Anggi DwiHandayani Mohon Tunggu... Hello

Menulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Jika Benci, Jangan Mengajak Orang Lain untuk Membenci

24 Mei 2019   04:04 Diperbarui: 24 Mei 2019   05:43 2699 1 0 Mohon Tunggu...

Terkadang orang yang membenci kita, sebaik apapun kita bersikap baik kepadanya dia tidak akan pernah melihat kebaikan yang telah kita lakukan. Pasti dia masih saja membenci dan terus-terusan menyalahkan kita atas semua penderitaan yang dia rasakan. 

Bahkan jika dia semakin membenci kita, diapun akan mengajak teman-temannya untuk ikutan membenci kita, padahal kita tidak seburuk yang dia katakan. 

Bahkan, kemungkinan dia akan menyalurkan kekesalannya dengan cara mem-bully dan membuat kita merasa buruk dihadapan orang lain. 

Apalagi jika alasan dia membenci kita dengan alasan yang tidak masuk akal dan terdengar hanya mengada-ada. Tidak ada satu orangpun di dunia ini hidup tanpa dibenci oleh orang lain. 

Dimanapun kita hidup dan tinggal pasti akan selalu kita temukan orang yang membenci diri kita. Ada yang membenci karena iri padamu, tidak suka padamu, merasa tersaingin dan berbagai macam alasan lainnya serta membenci karena memang hatinya busuk.

Dalam pembahasan ini, kita bisa melihat ternyata kasus tersebut merupakan kasus privasi dalam etika komunikasi yang mungkin kita pernah alami sebagai sesuatu hal yang memang seringkali menjadi masalah. Salah satunya mengenai etika komunikasi. 

Saat kita bicara soal etika, kita pasti akan langsung mengidentikkannya dengan hal yang baik dan tidak baik. 

Setidaknya memang itu adalah pemahaman mendasar yang perlu kita tanamkan dalam mindset kita. Saat seseorang berkomunikasi tetapi tidak mengindahkan etika, tentu saja ini bisa menimbulkan permasalahan. 

Jika dilihat dari sudut pandang etika komunikasi tersebut, membenci orang lain merupakan pelanggaran etika antar pribadi yang dimana ketika kita memberitakan orang lain mengenai hal-hal yang negatif, tidak menutup kemungkinan seseorang bisa mengalamai persekusi dan bisa saja menimbulkan fitnah, di mana ketika informasi yang berhasil disebarluaskan dari seseorang yang membenci kita dan kemudian disebarkan lagi dengan orang lain dengan cara dan bahasa yang berbeda. Ini bisa memicu terjadinya fitnah. 

Fitnah yang berasal dari informasi yang salah merupakan kasus privasi dimana kaidah etika komunikasi benar-benar sudah tidak diperhatikan.

Dalam hukumpun terdapat pasal yang berlaku tentang mengujar kebencian, pada  pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No 11/2018 tentang informasi dan Transaksi Elektronik dimana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x