Mikro

Pertukaran, Jual dan Beli Online

19 Mei 2018   10:24 Diperbarui: 19 Mei 2018   10:43 377 1 0

Abstrak

Semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang pula ilmu pengetahuan dan juga teknologi. Tidak terkecuali di bidang ilmu Ekonomi Islam. Terlebih lagi jika membahas tentang pertukaran. Seperti yang telah kita ketahui, pertukaran di bidang ekonomi tidak hanya terjadi antar individu saja. Dengan adanya hubungan ekonomi dengan Negara lain, hal ini juga memungkinkan untuk melakukan pertukaran antar Negara. Baik untuk kebutuhan primer maupun sekunder. Karena setiap Negara memiliki sumber daya yang berbeda dan kebutuhan yang berbeda pula.

Kata kunci: Ekonomi Islam, pertukaran, jual beli, jual beli online.

Pendahuluan

Pertukaran bukan hal yang tabu lagi dikalangan masyarakat. Karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka perlu adanya pertukaran. Terlebih lagi kebutuhan setiap orang berbeda, baik dari segi jumlah maupun jenisnya.

Sebelum mengenal uang sebagai alat tukar, masyarakat menggunakan barang yang mereka miliki sebagai alat tukar. Pada zaman itu pula, masyarakat melakukannya hanya dengan orang-orang yang dekat maupun dengan orang yang mereka temui. Dengan syarat orang tersebut memiliki barang yang dibutuhkan dan membutuhkan barang yang kita miliki.

Seiring berkembangnya zaman, kini pertukaran tidak hanya dilakukan dengan orang yang ditemui dan dengan uang ataupun barang yang kasat mata. Dalam artian, orang sudah bisa melakukan pertukaran dengan kartu kredit, transfer antar bank, dan lain sebagainya. Bahkan mereka tidak perlu bertatap muka ketika melakukan pertukaran. Hal ini yang kemudian disebut dengan jual beli online.

Metode penelitian

Dalam penyusunan jurnal ini, untuk mendapatkan data dan referensi yang diperlukan, penulis menggunakan metode kepustakaan dan mencari informasi lain melalui internet.

Hasil analisis penelitian

Pengertian pertukaran

Pertukaran (exchange) adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan memberikan atau menerima imbalan yang bernilai mirip satu sama lain untuk memperoleh sesuatu yang diinginakan atau dibutuhkan. Pertukaran dalam pemasaran tidak selalu menggunakan uang sebagai alat tukarnya, dapat menggunakan barang sebagai alat, atau bisa juga dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan. Pada intinya pertukaran dapat terjadi ketika dua pihak atau lebih telah menyetujui untuk melakukan transaksi, tiap pihak harus memiliki sesuatu untuk dihargai oleh pihak lainnya atau memiliki sesuatu yang bernilai mirip satu sama lain untuk dipertukarkan.[2]

Jadi, pertukaran adalah suatu transaksi antara 2 orang atau lebih untuk mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh masing-masing pihak. Alat yang digunakan dalam pertukaran tidak serta merta sebatas uang. Namun bisa juga diganti dengan barang maupun jasa sesuai kesepakatan pihak yang melakukan pertukaran.

 

Pertukaran perdagangan

Pertukaran perdagangan biasanya dilakukan oleh individu, kelompok, maupun perusahaan. Baik perusahaan milik swasta maupun milik Negara.  Hal ini terjadi karena untuk memanfaatkan keuntungan tambahan yang diperoleh dari perdagangan. Terlebih lagi dari perdagangan melalui ekspor-impor. Karena terkadang, produk yang dihasilkan di dalam negeri dan dijual di dalam negeri juga memliki nilai ekonomis yang rendah. Sedangkan ketika diekspor ke luar negeri, harganya bisa menjadi lebih tinggi. Salah satu contohnya adalah sandal jepit merk Swallow. Kita ketahui, bahwa sandal merk ini dijual di dalam negeri sekitar harga Rp. 10.000,- sampai dengan Rp. 15.000,-. Namun di Korea Selatan, sandal ini dibandrol dengan harga sekitar Rp. 200.000,- bahkan lebih.

Ekspor adalah pengiriman barang-barang ke luar negeri. Sedangkan impor adalah barang-barang yang didatangkan dari luar negeri.

Macam-macam perdagangan internasional:

Perdagangan bilateral, adalah perdagangan yang dilakukan oleh dua Negara.

Perdagangan regional, adalah perdagangan yang dilakukan oleh satu kawasan tertentu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7