Mohon tunggu...
Dr. Andi Hermawan M.Pd
Dr. Andi Hermawan M.Pd Mohon Tunggu... Guru - Guru Swasta

Menulis adalah Caraku bersyukur dan mensyukuri Karunia Allah SWT

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Dengarkan dengan Bijak, Baru Bicara dengan Tanggung Jawab

2 Oktober 2022   08:48 Diperbarui: 2 Oktober 2022   08:56 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bicara, (documentasi pribadi)

Mendengarkan adalah cara untuk mendapatkan banyak pengetahuan dan pengertian tentang hidup. Saat mendengar tugas pikiran hanya menerima, tugas akal hanya menerima, tugas kecerdasan hanya menerima, tugas logika hanya menerima, tugas emosi hanya menerima. Mendengarkan berarti menerima segala sesuatu apa adanya, tanpa intervensi dari pemahaman kita.

Jangan pernah berpikir bahwa kita memahami segala sesuatu tentang hidup ini, sesungguhnya sangat sedikit yang kita ketahui. Seberapa tinggi pun pendidikan kita; seberapa banyak buku pun yang sudah kita baca; seberapa banyak orang bijak pun yang sudah kita dengar, bukanlah berarti kita mengetahui segalanya. 

Sangat sedikit yang kita ketahui. Karena itu, dengarkanlah dengan tenang dan siapkan diri untuk menerima kebijaksanaan dari apa yang kita dengar.

Dengarkan, karenanya, kita tidak perlu menciptakan jawaban, terima saja dengan ikhlas dan membiarkan energi positif dari kesadaran kita membuat pengetahuan dari hal-hal yang kita dengarkan. Dan ini adalah rahasia dari belajar untuk mendapatkan pengetahuan tertinggi. Mendengarkan membuat kita mendapatkan kebenaran yang dapat kita rasakan dalam kesadaran yang tenang.

Ketika kita terlatih untuk mendengarkan dengan tenang dan ikhlas, maka kecerdasan kita akan semakin meningkat kualitasnya. Jangan pernah mendorong ego kita untuk mendengarkan seperti yang ingin kita dengarkan. Kita harus berusaha mendengarkan sebagaimana adanya, jadi tidak memaksakan kehendak kita pada hal-hal yang kita dengarkan.

Belajarlah untuk melepaskan keinginan dan kepentingan, belajarlah untuk tidak memahami apa yang kita dengar dengan persepsi atau logika kita. Dengarkan saja seperti pohon bunga yang diam saat kita berbicara kepadanya.

Mendengarkan adalah keadaan kesadaran yang kuat dicapai dengan menenangkan dan memusatkan pikiran hanya untuk menerima hal-hal yang didengarkan. Ini adalah perjalanan kita menuju pusat pengetahuan yang berada di dalam diri kita, suatu proses yang sangat alami untuk meningkatkan kecerdasan dan pemahaman kita tentang hal-hal yang kita dengarkan.

Jika kita sangat terlatih untuk mendengarkan dengan kesadaran ikhlas yang tinggi, maka kita mampu membuang kebiasaan-kebiasaan dan sikap-sikap yang mencegah kita untuk mengalami atau pun merasakan pengetahuan dan kebijaksanaan dari hal-hal yang kita dengarkan. Keadaan mendengarkan dengan kesadaran yang ikhlas membuat kita mampu memahami dan mengerti hal-hal yang kita dengar secara bijaksana.

Mendengarkan adalah hal yang sangat penting dalam komunikasi. Semakin kita mampu mendengar, semakin kita menguasai informasi dan data. Kendalikan pikiran dan emosi agar bisa tetap tenang saat mendengarkan hal-hal yang tidak kita suka dengarkan. Kesabaran, jiwa besar, pikiran positif, dan kemampuan untuk tidak terganggu dengan hal-hal di luar diri dapat menjadikan kita sebagai pendengar yang hebat.

Seorang yang cerdas berkomunikasi adalah dia yang sudah terlatih untuk tidak terganggu dengan hal-hal dari luar dirinya. Penguasaan terhadap diri sendiri sangat sempurna, sehingga hal apa pun dari luar diri mencoba menyerangnya, dia bisa tetap positif dan membangun strategi yang tepat agar semua hal berjalan dengan baik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun