Mohon tunggu...
Dr. Andi Hermawan M.Pd
Dr. Andi Hermawan M.Pd Mohon Tunggu... Guru - Guru Swasta

Menulis adalah Caraku bersyukur dan mensyukuri Karunia Allah SWT

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Fokus pada Diri di Saat Kondisi Sulit dan Butuh Perubahan

26 September 2022   06:30 Diperbarui: 13 November 2022   15:27 261
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ambisi Anda untuk menjadi yang terbaik sangatlah bagus, tetapi Anda juga harus sadar bahwa selalu ada orang-orang yang lebih baik dari Anda. Di atas langit selalu ada langit, sehebat apa pun Anda selalu ada seseorang di depan Anda. 

Hidup bukanlah kompetisi dengan tetangga, dengan keluarga, dengan rekan kerja, atau dengan siapa pun. Hidup adalah tentang membangun kualitas diri yang terbaik dan menjadi diri sendiri yang selalu bahagia. Jika Anda tetap ingin bersaing dan berkompetisi dengan yang lain, maka Anda akan kehilangan fokus untuk membangun diri Anda yang lebih baik.

Sikap iri hati adalah sikap yang sangat merusak kedamaian diri sendiri. Iri hati itu racun yang mematikan diri sendiri secara perlahan-lahan. Karena itu, hindari sikap iri hati kepada siapa pun. Selalu merasa bahagia dan gembira ketika ada orang-orang di sekitar Anda mendapatkan kehidupan yang lebih baik. 

Mereka semua bukanlah saingan Anda, mereka semua bukanlah lawan atau musuh Anda. Saingan Anda ada di dalam diri Anda sendiri, yaitu: si baik yang suka bersaing dengan si buruk. Kalahkan si buruk dari diri Anda, dan besarkan si baik dengan penuh kasih.

Tidak perlu membuang-buang waktu dan tenaga untuk membuktikan bahwa Anda lebih sukses dan lebih hebat dari yang lain. Tidak perlu berusaha untuk mengalahkan orang lain atau membuat orang lain tidak berarti. Anda akan kehilangan diri sendiri dan jati diri saat Anda sibuk bersaing dan mencoba mengalahkan orang lain di dalam lingkungan kehidupan Anda. 

Persaingan dalam hidup akan menghabiskan waktu dan peluang untuk sampai pada tujuan hidup diri sendiri. Jangan sampai Anda kehilangan jalan ke tujuan yang sudah Anda tentukan. Jika Anda bersaing, Anda bisa terbawa ke jalan menuju tujuan hidup orang lain.

Masing-masing orang memiliki nasibnya sendiri. Tidak ada persaingan di dalam nasib atau garis hidup yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Terimalah hidup Anda dengan gembira, fokuslah untuk hidup sehat dan gembira setiap saat. Rejeki semua orang sudah ditentukan, bekerjalah dengan gembira dan penuh rasa cinta. Jangan berkeluh-kesah dan jangan membuat perbandingan dengan siapa pun.

Bersyukurlah dengan hidup Anda melalui pengendalian pikiran, perasaan, dan suara hati. Rawat setiap saat agar emosional dalam kondisi rasa syukur, keadaan pikiran yang positif, dan suara hati yang mampu menghubungkan dirinya dengan kuasa Tuhan. Hidup di jalan lurus artinya setiap saat berlatih untuk menjalankan kehidupan yang damai, bahagia, sehat, dan merasakan keberlimpahan.

Perubahan itu pasti dalam semua bidang kehidupan, tidak mungkin tidak ada perubahan. Tugas utama dalam menghadapi perubahan adalah mengubah cara berpikir dan memiliki kemauan untuk beradaptasi dengan perubahan. Perubahan dan ketidakpastian harus dikelola dengan kualitas diri yang terus-menerus memperbarui kompetensi.

Kita juga harus memahami bahwa sifat pikiran sangat mudah berubah-ubah oleh apa yang sedang dihadapi. Kita tidak pernah tahu seperti apa realitas pikiran kita satu detik kemudian. Di mana pikiran akan berada dan bagaimana pikiran bisa bergerak begitu cepat dari satu situasi ke situasi yang lain tanpa pernah kita rencanakan atau pun kita inginkan.

Jadi, tantangan kita tidak hanya terhadap perubahan dan ketidakpastian yang bisa hadir tanpa kita ketahui, tetapi juga sifat pikiran kita yang terus berubah dan tidak pernah bisa diam dalam komitmen yang dibangun bertahun-tahun lamanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun