Agung Wiendarto
Agung Wiendarto Procurement Officer

Bad Photographer, Bad Writer. Lahir di Surabaya, menyukai buku Karl May, Enid Blyton, Hardy Boys, Sir Alfred Joseph Hitchcock, Salandra, Hilman Hariwijaya, tulisan lepas Cak Nun, dan suka terminologi Wimar Witoelar soal orang biasa. Suka bikin aplikasi berbasis Android, terima email di agung@dewagung.com

Selanjutnya

Tutup

Wisata

Berburu Keindahan Tersembunyi Seputar Bromo dan Panen Madu

5 Maret 2017   13:40 Diperbarui: 7 Maret 2017   12:47 1055 1 1
Berburu Keindahan Tersembunyi Seputar Bromo dan Panen Madu
Fotografer: Syamhari - DPC Probolinggo

Kali ini saya mau ulas tentang anak-anak muda Probolinggo yang aktif berburu keindahan tempat-tempat wisata Probolinggo. Mereka ini tidak sekedar narsis abadikan diri sendiri, tapi bekukan keindahan bumi Probolinggo di kamera-kamera digital mereka.

Yang unik, Mereka tidak hanya berburu sendiri-sendiri, tapi mereka bentuk organisasi resmi karena persamaan visi. Mereka dirikan DPC Probolinggo.

Penasaran dengan kata DPC Probolinggo, saya pun WA mereka untuk nanya, Apa sih DPC Probolinggo itu ? 

Jawab mereka:

DPC Probolinggo adalah organisasi profesional yang berbasis kepada seni visual, yaitu Fotografi dan Sinematografi. Didirikan atas dasar motivasi dan keinginan pada perkembangan Fotografi dan Sinematografi di Probolinggo. 
Dengan bertujuan mewadahi keinginan belajar dan berkarya, kami mengumpulkan para pelaku Fotografi dan Sinematografi, baik yang baru maupun yang sudah lama khususnya di wilayah Probolinggo. DPC Probolinggo juga memberikan brain strooming kepada para Kreator (sebutan kami untuk teman-teman DPC Probolinggo) foto dan sinema, agar mental mereka menjadi lebih baik dalam berproses dan berkarya, sehingga segmentasi karya foto dan sinema-nya tidak lagi hanya masyarakat lokal Probolinggo.
Sesuai dengan tujuan dan dasar didirikannya DPC Probolinggo, Keluarga Inti DPC Probolinggo adalah kami yang mau menyamakan pemikiran dan berkomitmen untuk perkembangan seni Fotografi dan Sinematografi di Probolinggo.

Persahabatan yang terkuatkan lewat workshop belajar bareng usai hunting bersama. Secara reguler mereka adakan acara memotret bersama sudut-sudut tak terjamah lensa dslr. Karya-karya mereka di grup WA sungguh buat saya hentikan angkat cangkir kopi pagi ini. 

fotografer: Satriya Nae -DPC Probolinggo
fotografer: Satriya Nae -DPC Probolinggo
fotografer: Satriya Nae - DPC Probolinggo
fotografer: Satriya Nae - DPC Probolinggo
Mereka WA saya, "Om, kami lagi adakan event fotografi nih. Coba Om lihat tempat-tempat nya.."

Saya baca pelan-pelan:

Spot 1 Mentigen View Point 
Spot 2 Menikmati Sunrise Bromo
Spot 3 Pura luhur dan Kawah Gunung Bromo
Spot 4 Savana Bromo/Bukit Teletubis 
Spot 5 Panen Madu Lumbang
Spot 6 Wisata Mangrove Probolinggo
Spot 7 Pulau Gili Ketapang via Pelabuhan Tanjung Tembaga
Spot 8 Pantai Bentar.

Wah bikin ngiler nih. Fotografer yang berwisata sendiri pasti merasakan susahnya dapat lokasi dan timing yang tepat, apalagi jika butuh kehadiran model. Jelas mahal, pake banget. Belum lagi mesti urusin akomodasi para model.

Sepertinya berpetualang bersama sesama fotografer, sudah tentu lebih menarik, ngomongnya nyambung. Transportasi disediakan, hotel disediakan, model disediakan, tampilan kesenian disediakan. Apalagi penyelenggaranya adalah, para fotografer dan sineas yang tahu kebutuhan sesama fotografer.  

Jalan-jalannya bersama Roy Genggam lagi!

Anak-anak muda Probolinggo ini patut diapresiasi untuk niatnya ajak fotografer Nusantara jelajahi Probolinggo. Begitu banyak lokasi bumi Probolinggo yang belum dijamah para fotografer Nusantara. Seringkali biro wisata hanya tawarkan spot Gunung Bromo saja. Padahal di Probolinggo ada beberapa lokasi tujuan wisata dan punya spot bagus. Sebagian sudah tercakup di acara PROBOLINGGO THROUGH the LENS yang bakal digelar 29 - 30 April 2017.

Sungguh, Acara ini amat layak untuk diikuti fotografer-fotografer Indonesia. 

Apalagi yang barusan beli kamera..