Lihat ke Halaman Asli

Tri Wibowo

Penulis Amatir

Hampir Setahun Berhenti, Masyarakat Rindu ILC

Diperbarui: 21 September 2021   09:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber Gambar: Tribunnews.com

Indonesia Lawyer Club atau biasa disebut dengan ILC adalah acara diskusi yang dipandu oleh wartawan senior Karni Ilyas. Acara tersebut selalu menyuguhkan diskusi-diskusi menarik terkait isu yang tranding disetiap pekannya. Narasmuber dari berbagai kalangan yang pro dan contra pun dihadirkan untuk memberikan pandangan dan analisanya terhadap isu yang diangkat. 

Penulis pribadi cukup merasa kehilangan ILC yang diinformasikan langsung oleh Karni Ilyas untuk tidak lagi tayang tepatnya pada tanggal 15 Desember 2020. Alasan berhentinya acara tersebutpun cenderung dirasa tidak jelas atau samar, tidak heran kalau publik akhirnya banyak berspekulasi, salah satunya adalah terkait intervensi pemerintah.

RINDU ILC

Penulis mengangkat kembali berhentinya ILC didasarkan dengan adanya kerinduan akan adanya referensi digital yang berimbang. Dan ILC cendrung bisa menghadirkan materi yang bisa menjadi dasar bagi kita menilai kondisi politik yang absurd dan kamuflase layar kaca yang sering kali dipertontonkan oleh aktor pengambil kebijakan. 

Penulis pribadi bedah duduk di depan televisi hingga jam 12 malam untuk menyaksikan diskusi-diskusi yang mengangkat topik tranding setiap pekannya. Artinya acara ini cukup menarik untuk disimak, dan saat ini hilang, penulis lebih menunggu tontonan sepak bola, bulutangkis atau motor GP, mungkin acara tersebut lebih menarik ketimbang acara-acara lain di televisi saat ini.

ILC TAK TERGANTIKAN

Kita tau beberapa stasiun televisi saat ini juga menghadirkan dikusi dari berbagai narasumber, namun gawai nya tak semeriah ILC. Banyak yang mengemas dengan sisi komedi, dan mengkin banyak pula setting alur diskusi sehingga diskusi tidak lagi original. penulis melihat cendrung ada kehati-hatian bagi stasiun televisi untuk menyajikan acara yang nantinya bisa menyinggung pemerintahan, mungkin ketakutan dari stasiun televisi mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), atau mendapat teguran langsung dari penguasa. 

Saat ini dunia digital  seperti youtube lebih menarik untuk disaksikan, seperti adanya podcast dari dengan hadirnya tokoh-tokoh publik, yang dikemas sederhana namun lebih nampak orisinil dan terbuka. Belakangan kita tahu juga bahwa Karni Ilyas sendiri membuat chanel youtube "Karni Ilyas Club", tetap terasa menarik, namun penulis masih tidak memperoleh atmosfire yang tersaji diacara Indonesia Lawyers Club.


POTENSI MATINYA KETERBUKAAN INFORMASI

Dengan adanya kemungkinan situasi seperti pengekangan acara yang kritis terhadap pemerintahan, hal ini akan berpotensi untuk membunuh keterbukaan informasi kepada publik. Sehingga acara televisi pun cendrerung hambar dan tidak lagi menarik. Masyarakat saat ini sudah beralih untuk menyaksikan konten-konten youtube untuk hiburan dan mencari alternatif informasi yang dirasa berimbang. Ratting televisi akan menurun. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline