Lihat ke Halaman Asli

Heinrich Terra

COMMUNICATION

Menilik Sejarah Jurnalisme Jerman

Diperbarui: 19 September 2022   15:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: solusiprinting.com

Siapa yang tidak mengetahui negara Jerman? Negara yang maju yang memiliki teknologi luar biasa. Walau dikenal sebagai negara yang memiliki kemajuan teknologi luar biasa terdapat sejarah perkembangan jurnalisme yang luar biasa pula pada negara tersebut.

Jerman adalah salah satu negara yang memiliki andil cukup banyak bagi jurnalisme di dunia. Perkembangan dunia jurnalisme di Jerman pertama kalinya ditandai dengan adanya penemuan mesin cetak.

Kisah Mesin Cetak

Mesin cetak pertama kali ditemukan oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1450. Penemuan mesin cetak menempuh perjalanan panjang sejak tahun 1438 dengan eksperimen balok kayu. Pada saat itu Gutenberg membuat cetakan dari balok yang terdapat tulisan lalu menekannya di kertas maka terdapat tulisan.

Cara yang digunakan oleh Gutenberg pada saat itu memakan waktu yang lama. Lalu tahun 1448 ia menggunakan logam untuk membentuk karakter pada abjad tulisan. Adanya penemuan mencetak menggunakan logam tersebut maka lahirlah mesin cetak bergerak di tahun 1950.

Ditemukannya mesin cetak membuat penyaluran informasi lebih mudah. Penggunaan mesin cetak Salah satu bukti adanya mesin cetak bepengaruh berada pada terjadinya reformasi yang sangat cepat dikala itu.

Surat Kabar di Jerman

Selain menemukan adanya mesin cetak negara Jerman juga berhasil menjadi pelopor surat kabar tertua di Eropa pada tahun 1609. Dua surat kabar tersebut, yakni Relations: Aller Furnemmen yang dicetak oleh Johann Carolus dan yang kedua Relations over Zeitung dicetak oleh Lucas Schulte.

Perkembangan media cetak pada saat itu bukanlah sebuah hal yang benar-benar membawa dampak gembira melainkan media masih dibatasi dalam pemberitaan. Pembatasan pada media cetak diatur dan diawasi oleh pemerintah maupun gereja pada saat itu.

Bila pada saat itu surat kabar cetak memberitakan hal-hal yang melenceng dari pemerintahan maupun gereja maka akan disegel. Namun, pada tahun 1644 Jhon Milton dalam bukunya yang berjudul "Areopagatica" mengemukakan bahwa jika kebebasan pers dilarang maka sama saja menghalangi proses pencarian kebenaran.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline