Lihat ke Halaman Asli

Dewi Puspasari

TERVERIFIKASI

Penulis dan Konsultan TI

"Handcrafted", Animasi tentang Anak Pengungsi Afghanistan di Indonesia

Diperbarui: 2 Mei 2023   13:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Desain karakter dan pemilihan warna dalam animasi Handcrafted ini unik (sumber gambar: Bioskop Online) 


Pengungsi dari Afghanistan tersebar di berbagai negara, termasuk salah satunya di Indonesia. Berdasarkan data UNHCR yang dirilis Databoks, hingga Juni 2021 terdapat 7.490 pengungsi dari Afghanistan dari total 13.416 pengungsi dari berbagai negara yang ada di Indonesia. Data terbaru dari UNHCR menyebutkan hingga kini jumlah pengungsi berkisar 12.616 dengan 55 persen dari Afghanistan.  Sekitar 25 persen dari total pengungsi adalah anak-anak. Salah satu animasi buatan dalam negeri yang bercerita tentang anak pengungsi Afghanistan adalah Handcrafted.

Diceritakan dalam animasi berdurasi empat menitan ini ada kakak beradik pengungsi Afghanistan yang tinggal di tenda darurat. Mereka hidup berdua tanpa orang tua. Menjelang Idul Fitri, si kakak ingin memperbaiki baju adiknya. Sayangnya ia tak punya uang dan benang yang dimilikinya habis.

Tak jauh dari tempat tendanya berdiri, penjahit keliling sedang berhenti untuk beristirahat sejenak. Si kakak mengamati benang yang ada di atas sepeda tersebut.

Animasi buatan Angelia dari Universitas Multimedia Nusantara ini meraih nominasi Festival Film Indonesia pada tahun 2020. Pada saat itu, Handcrafted bersaing dengan Kasat Mata, Prognosis, dan Nussa Bundaku, dengan piala Citravdiraih oleh Prognosis.

Animasi Handcrafted masuk dalam nominasi piala Citra tahun 2020 (sumber gambar: Hello Fest) 


Meski belum berhasil menang, animasi Handcrafted ini layak mendapat pujian dari gagasan cerita, art concept, dan visualnya yang menarik.

Cerita tentang pengungsi memang bukan sesuatu yang baru di dunia animasi. Flee dan The Crossing, contohnya. Namun, aku belum menjumpai tema seperti ini diangkat oleh animator Indonesia.

Angela jeli membidik kondisi anak pengungsi Afghanistan yang pada awal-awal kedatangan ke Indonesia, sekitar tahun 2017-2018 memang sempat tinggal di tenda darurat, sebelum kemudian ditempatkan di tempat yang lebih layak. Tak sedikit di antara pengungsi tersebut yang anak-anak. Ada yang orang tuanya meninggal, ada pula yang terpisah.

Bagaimana mereka  bersiap merayakan lebaran? Ini premis yang menarik, tentang interaksi anak pengungsi dengan penjahit keliling.

Visual animasi ini mengingatkanku pada animasi Breadwinner, dari desain karakternya hingga pemilihan warna-warnanya. Animasi Breadwinner yang masuk dalam nominasi Oscar sendiri mengisahkan tentang anak perempuan Afghanistan yang terpaksa menyamar jadi laki-laki demi menghidupi keluarganya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline