Mohon tunggu...
Amin Aljawi
Amin Aljawi Mohon Tunggu... Full Time Blogger - SEO Specialist

Seseorang yang "amat sangat suka" membaca dan sekarang bekerja di sebuah 'pabrik kata-kata'

Selanjutnya

Tutup

Love

Jurus Jitu agar Romantis dan Harmonis bersama Pasangan Setelah Menikah Puluhan Tahun

7 Februari 2023   22:45 Diperbarui: 7 Februari 2023   22:46 310
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Love. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Prostooleh

Miris dan sedih ketika salah satu topik trending serta berita viral hari ini adalah seputar KDRT kemudian Selingkuh.

Apakah ini hanya terjadi dikalangan artis? Apakah ini setingan saja?

Ternyata masalah ini telah banyak terjadi bukan hanya dikalangan publik figure, tapi semua kalangan masyarakat. Menyedihkan.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Daripada marah-marah dan memaki kegelapan, kami akan berbagi beberapa poin sederhana yang dapat dijadikan bahan bacaan menjelang senja. Rangkuman ini merupakan pengalaman sederhana kami dalam berumahtangga mengarungi bahtera kehidupan untuk masa depan dan kebaikan.

Semoga memberi inspirasi dan harapannya agar semua sahabat Hipwee memiliki keluarga yang samara (sakinah,mawadah wa rahmah).

Yuk simak! Jurus Jitu Agar Tetap Harmonis dan Romantis Bersama Pasangan Ketika Usia Pernikahan Sudah di Atas 10 Tahun

1. Mudah Tersenyum dan Bercanda dengan Pasangan

Setiap hari pasangan suami istri akan menemukan permasalahan yang itu-itu saja dan terus berulang selama bertahun-tahun. Misal, keuangan di akhir bulan, anak sakit, konflik dengan tetangga atau saudara serta berbagai masalah dari yang besar sampai yang kecil.

Karena sering berulang terkadang membuat cara menanganinya membuat emosi dan memanas. Nah, solusinya adalah dinginkan suasana dengan tersenyum pada hal menyenangkan walau sederhana.

Selingi dengan bercanda yang tetap agar suasana tetap cair sehingga tidak sepanjang hari tegang dan menjadi tidak harmonis

2. Deep Talk Ketika Sedang Berdua atau Bersama Anak-anak

Membicarakan masalah-masalah sering kali menjadikan komunikasi terhambat karena terasa kaku dan sering muncul konflik yang berakhir hubungan renggang.

Luangkan waktu untuk berdiskusi secara mendalam atau ngobrol serius ketika ada momen yang tetap.

Tentukan tema yang akan diobrolkan,misalkan: saling memaafkan jika ada kesalahan, menghargai keputusan keluarga, saling mendukung jika ada yang tertimpa masalah atau topik lainnya yang dapat menjadi insight antara pasangan.

Untuk sementara singkirkan dulu masalah rutin yang terjadi, deep talk menjadi semacam waktu untuk evaluasi kepribadian agar mampu menghadapi berbagai kondisi dan saling mengenal lebih dalam karakter masing-masing.

3. Break the Routine dengan Cara Sederhana dan Murah

Rutinitas adalah penyebab kejenuhan kemudian kejenuhan menyebabkan menurunnya kualitas komunikasi. Akhirnya menjadi penyebab hubungan yang tidak harmonis.

Lakukan hal sederhana dengan break the routine! Bagaimana caranya?

Lakukan aktivitas yang tidak seperti biasanya,misalkan: jika biasanya pagi hari sibuk dengan memasak dan sarapan yang terkadang membosankan karena anak sering komplain.

Coba... lakukan jalan santai waktu hari libur keliling perumahan atau lingkungan kemudian cari tempat makan yang baru ditemui dan rasakan sensasinya.

Lakukan pada pekan berikutnya dengan mencoba tempat makan yang lainnya, misal: sarapan nasi uduk, bubur ayam, ketoprak, nasi kebuli atau menu lainnya. Tidak harus di tempat makan yang mahal.

4. Fokus untuk Memenuhi Kebutuhan daripada Keinginan

Salah satu penyebab hubungan menjadi merenggang adalah karena kondisi finansial, hal ini sering terjadi ketika akhir bulan (tanggal tua), saat anak mau masuk sekolah, pasca lebaran (pulang kampung) atau ketika terjadi ujian sakit.

Diskusikan masalah finansial dengan fokus untuk memenuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu agar ada uang sisa untuk menabung.

Tahan diri memberi barang yang tidak terlalu urgent ketika sedang punya uang. Pikirkan ketika kondisi sulit maka menabung adalah solusinya.

5. Gunakan Gesture serta Bahasa yang Baik dan Tidak Menyakiti

Konflik dan perbedaan pendapat tidak akan mungkin dihindari dalam keluarga. Bagaimana cara mengatisipasinya?

Minimalisir konflik agar tidak semakin besar dengan menggunakan gestur dan bahasa yang baik dan tidak menyakiti.

Lazimkan untuk bertutur kata yang baik ketika mengutarakan pendapat walau berbeda dan utamakan kebersamaan. Jika terbiasa berkata kasar dan kotor maka akan menyakiti hati karena membekas sepanjang waktu.

Gestur penting untuk dipahami agar tidak menjadikan hubungan semakin tidak baik, misalnya cemberut, memalingkan muka, muka memarah marah. Hal ini harus dilatih agar tidak menjadi-jadi. Lebih baik gunakan senyuman, muka yang cerah dan lainnya agar suasana mencair.

6. Saling Memaafkan dan Mengakui Kesalahan serta Berjanji Tidak Mengulangi

Ego, mau menang sendiri, tidak jujur adalah pangkal malapetaka ketika terjadi hubungan yang tidak baik.

Saling Memaafkan dan Mengakui Kesalahan dan Berjanji Tidak Mengulangi adalah cara mudah menyelesaikan masalah yang terjadi agar tidak semakin besar.

Hal ini jika kedua belah pihak masih berkeinginan berdamai kecuali ingin bubar heheheh. Yuk berjabat tangan, berpelukan, saling melempar senyuman. Jangan kalah dengan teletubies dong!

7. Lakukan Hal Sederhana, tapi Bermakna Secara Bersama-sama

Lakukan kebersamaan terhadap hal yang sederhana, tapi bermakna mendalam dan akan menghadirkan kecintaan kepada pasangan.

Misal, mengantar anak sekolah, berkunjung ke orang tua (bagi yang sudah meninggal maka ziarah ke makamnya), mengunjungi saudara yang sakit.

Ada lagi hal bermakna dan mudah dilakukan adalah berangkat ke tempat ibadah bersama-sama, jika muslim misal berangkat ke masjid untuk sholat berjama'ah, atau ikut pengajian bareng.

Sumber artikel: Jurus Jitu Agar Tetap Harmonis dan Romantis Bersama Pasangan Ketika Usia Pernikahan Sudah di Atas 10 Tahun (hipwee.com)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun