Mohon tunggu...
Amelia Meidyawati
Amelia Meidyawati Mohon Tunggu... Akuntan - Mahasiswi Magister Akuntansi Dosen Prof. Dr. Apollo M.Si.Ak. NIM 55520120009 AMELIA MEIDYAWATI Universitas Mercubuana Jakarta

Penggemar Perpajakan yang selalu antusias menyelami ilmu baru... Mahasiswi Magister Akuntansi Dosen Prof. Dr. Apollo M.Si.Ak. NIM 55520120009 AMELIA MEIDYAWATI Universitas Mercubuana Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

K10_Konsep Irasional P3B Pajak Internasional Prof. Dr. Apollo M.Si A.k - Pencarian Rasional Dalam Irasional

15 Mei 2022   20:47 Diperbarui: 15 Mei 2022   22:23 464
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tidak bisa kita pungkiri, pemikiran irasional atas ramalan tersebut mempengaruhi alam bawah sadar manusia. Misalnya, selama Perang Dunia II, menteri propaganda Nazi Joseph Goebbels menggunakan karya Nostradamus untuk menyampaikan bahwa tentara Jerman ditakdirkan untuk menang. Selebaran dibagikan ke seluruh Eropa dengan harapan dapat mempromosikan kemenangan Nazi. Namun, Sekutu juga mengakui kegunaan pekerjaan Nostradamus, dan Inggris melakukan hal yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan moral mereka. Meskipun karya Nostradamus memiliki kekurangan, namun sebenarnya digunakan oleh beberapa pemangku kepentingan di seluruh dunia.

Fengshui

Di Indonesia, ada satu hal yang antusias diceritakan saat Imlek tiba. Ini Feng Shui. Secara harfiah, Feng Shui berasal dari bahasa Cina. Dengan kata lain, Feng Shui berarti angin (arah), dan Feng Shui berarti air.

Feng Shui adalah ilmu yang berasal dari abad ke-16 SM hingga abad ke-2 SM. Itu dikembangkan. Seperti dikutip dari Feng Shui Click, ia dikenal sebagai Bu Zhai ketika Feng Shui pertama kali muncul. Ini adalah metode prediksi yang menggunakan cangkang kura-kura untuk menentukan apakah suatu situs layak atau tidak. Nama sarjana ini adalah Fang Shi, yang mempelajari ilmu alam dan metafisika.

Feng Shui juga telah mengubah perkembangannya. Abad ke-2 SM Dari 1000 SM hingga abad ke-2 SM, Feng Shui disebut Kanyu. Artinya, manusia memahami kehendak alam semesta dan harus beradaptasi dengan lingkungan di mana pun mereka tinggal, tanpa berkelahi sesuka hati. Pada saat ini, Aliran Bentuk dan Kompas Feng Shui mulai terpecah, dan masing-masing mulai merumuskan teori mereka.

Di era modern ini, orang menganggap Feng Shui sebagai kepercayaan yang sangat tua. Namun kenyataannya, masih banyak pengusaha, terutama Cina, yang menggunakan Feng Shui dalam bisnisnya. Bahkan, orang non-Cina pun bisa menerapkan Feng Shui dalam bisnis mereka. Salah satu feng shui yang masih digunakan orang Indonesia adalah kurangnya lift 4 dan 13 di gedung pencakar langit, termasuk pusat perbelanjaan besar.

Tentu saja, dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan informasi yang memprediksi masa depan. Beberapa orang berpikir ini adalah perpisahan, yang lain benar-benar percaya. Dalam hal ini, seperti halnya mitos, nubuatan benar-benar berkembang dan berkembang. Bahkan, Anda bisa dengan mudah mendapatkan prediksi Anda melalui internet.

Teori Psikologi

Psikolog Carl Gustav Jung, yang memperkenalkan konsep kepribadian introvert dan ekstrovert, menolak teori astrologi. Namun suatu hari, Carl Jung, murid Sigmund Freud, bapak psikoanalisis modern, membaca teori relativitas Einstein.

Berdasarkan teori relativitas Einstein, Carl Jung mulai meneliti hubungan antara perilaku manusia dan relativitas waktu, ruang, dan persyaratan mentalnya. Terinspirasi oleh Einstein, Carl Jung mulai menulis disertasinya sendiri tentang sinkronisitas spiritual.

Carl Jung menjelaskan temuannya, menyatakan bahwa siklus menstruasi wanita tidak disebabkan oleh siklus menstruasi. Kita manusia hanya mengasosiasikan apa yang terjadi pada kita dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Salah satunya adalah mengaitkan pergerakan benda langit dengan peristiwa yang sulit dipahami manusia saat itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun