Mohon tunggu...
Amal Burga M
Amal Burga M Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Melawan Dunia dengan Menulis? Lawan Dulu Dirimu Sendiri!

11 April 2018   14:16 Diperbarui: 12 April 2018   10:45 2542
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: akun pinterest Bigli

Bagaimana kita dapat menyebarkan kebaikan bila tak berusaha mengubah diri menjadi lebih baik?

Bagaimana kita dapat melawan berita bohong bila sering kita bohongi diri sendiri dengan rasa malas dan kata 'nanti' untuk mencari kebenaran?

Jadi, jangan kaget bila suatu hari, rakyat Indonesia bisa memahami berita hanya dengan membaca judulnya saja. Jangan kaget bila suatu hari, adik-adik kita bisa menerka suatu cerita sinetron dengan melihat judul dan adegan awalnya saja.

Jangan kaget bila suatu hari, kita sama sekali tidak bisa melawan dunia karena melawan diri sendiri saja tidak bisa. Manfaatkanlah waktu luang dengan menulis APAPUN di ragam media sosial yang dimiliki. Menulis itu bukan bakat, kalau boleh saya bilang. Melainkan suatu keterbiasaan.

Mulailah menulis dengan apa yang kamu sukai, apa yang kamu kuasai, dan apa yang ada di kepalamu saat ini.

Bila memang ingin berpuisi, silahkan. Tumpahkan semua kegundahanmu.

Bila memang ingin beropini, silahkan. Tumpahkan semua gagasanmu.

Tapi ingat, semua ada kaidahnya. Saat menyeberang jalan saja harus lihat ke kanan dan ke kiri bila tidak ingin tertabrak, apalagi saat menulis dan dilempar ke lini masa media sosial yang bisa dibaca ratusan, ribuan, bahkan jutaan pasang mata di seluruh dunia. Sudah ada Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), jangan menuliskan hal yang berbau SARA juga, ya. 

Namun, jangan jadikan itu alasan untuk malas menulis!

"Ah, tapi kan, lebih keren video. Ada gambar, ada tulisan, ada suaranya juga. Vlog tuh, video blog!"

Memang, audio visual akan dan selalu lebih menarik dibandingkan sekedar tulisan. Namun, tulisan punya satu kekuatan magis yang tak dimiliki medium lain dalam menyampaikan suatu pesan, yaitu; imajinasi, atau bahasa kerennya 'theater of mind'.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun