Mohon tunggu...
Alvin Haidar
Alvin Haidar Mohon Tunggu... Relawan - Chemical engineer in the making

Teknik kimia ITB 2016, Terbentur, terbentur, terus tidur Pembelajar, pelajar, pengajar, terhajar.... Cek ig @sobatgajah yakkk

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Anjloknya Harga Minyak dalam Pemodelan Ekonomi Sederhana

22 April 2020   12:50 Diperbarui: 23 April 2020   07:40 1254
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar 8. Kenaikan harga pada jangka panjang (elastis) | Dokpri

Permintaan yang turun membuat kurva bergeser ke kiri sehingga harga minyak langsung turun drastis. Sifat inelastis harga minyak membuat turunnya harga lebih besar dibandingkan turunnya kuantitas minyak.

Gambar 2. Bergesernya permintaan minyak selama pandemi | Dokpri
Gambar 2. Bergesernya permintaan minyak selama pandemi | Dokpri

2. Skema Pemotongan Produksi OPEC

Gambar 3. Pergeseran kurva penawaran akibat pemotongan produksi | Dokpri
Gambar 3. Pergeseran kurva penawaran akibat pemotongan produksi | Dokpri

Pandemi Covid-19 membuat permintaan akan minyak turun drastis terutama di wilayah Cina akibat covid-19, membuat negara-negara yang terkabung dalam kartel OPEC melalukan pertemuan di Vienna, Austria pada 5 Maret lalu. Salah satu keputusan pertemuan ialah  mengembalikan harga minyak yang anjlok  dengan memotong produksi.

Mungkin dalam pelajaran SMA hal ini dapat kita ilustrasikan sebagai bentuk "shifting" atau "pergeseran"penawaran. 

Hal ini dilakukan karena dalam jangka pendek, permintaan-penawaran minyak bersifat inelastis, sehingga pergeseran kurva penawaran berefek besar pada perubahan harga. Langkah yang dapat menolong negara-negara produsen minyak dari "jatuh bebasnya" harga di tengah pandemi.

3. Perang Harga Russia-Arab

Gambar 4. Penurunan harga minyak Arab membuat efek oversupply | Dokpri
Gambar 4. Penurunan harga minyak Arab membuat efek oversupply | Dokpri

Kesepakatan ini tentu saja tidak hanya melibatkan negara-negara OPEC tapi juga produsen minyak yang non OPEC salah satunya Rusia. Sehingga OPEC melalukan pertemuan denga Rusia terkait keputusan pemotongan produksi pada 6 Maret 2020. Sayangnya Rusia menolak kesepakatan tersebut.

Keengganan Rusia dalam memotong jumlah produksi menguntungkan Rusia dari segi harga karena dengan begitu harga minyaknya menjadi lebih murah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun