Mohon tunggu...
Ervan Yuhenda
Ervan Yuhenda Mohon Tunggu... Lainnya - Independen

Berani Beropini Santun Mengkritisi, Warga Negara Indonesia, Pembaca Buku, Penonton Film, Pendengar Musik, Pemain Games, Penikmat Kopi, Senang Tertawa, Suka Berimajinasi, Kadang Merenung, Mengolah Pikir, Kerap Hanyut Dalam Khayalan, Mengutamakan Logika, Kadang Emosi Juga, Mudah Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungan, Kadang Bimbang, Kadang Ragu, Kadang Pikiran Sehat, Kadang Realistis, Kadang Ngawur, Kondisi Ekonomi Biasa-Biasa Saja, Senang Berkorban, Kadang Juga Sering Merepotkan, Sering Ngobrol Politik, Senang Dengan Gagasan-Gagasan, Mudah Bergaul Dengan Siapa Saja, Namun Juga Sering Curiga Dengan Siapa Saja, Ingin Selalu Bebas, Merdeka Dari Campur Tangan Orang Lain. Kontak : 08992611956

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Mengapa Harga Barang Selalu Naik? Memahami Dinamika Ekonomi yang Mempengaruhi Kenaikan Harga

25 April 2024   14:54 Diperbarui: 25 April 2024   14:55 172
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (Dokumentasi Pribadi)


Kenaikan harga barang telah menjadi permasalahan yang konstan dalam perekonomian global. Dari barang konsumsi sehari-hari hingga barang modal, semua tampaknya mengalami kenaikan harga dari waktu ke waktu. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar, mengapa harga barang selalu naik? Untuk memahami fenomena ini, kita perlu melihat beberapa faktor ekonomi yang berperan dalam menentukan harga.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga adalah inflasi. Inflasi terjadi ketika nilai mata uang menurun secara umum, yang menyebabkan harga barang dan jasa naik. Inflasi dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti kenaikan permintaan konsumen, biaya produksi yang meningkat, atau kebijakan moneter yang longgar.

Kenaikan harga juga dapat disebabkan oleh peningkatan permintaan terhadap barang atau jasa tertentu. Ketika permintaan melebihi pasokan yang tersedia, produsen cenderung menaikkan harga untuk mencapai keseimbangan antara permintaan dan pasokan. Faktor-faktor seperti tren konsumsi, perubahan musiman, dan faktor-faktor eksternal seperti pandemi, konflik dan sebagainya juga dapat mempengaruhi permintaan dan harga.

Kenaikan harga barang juga bisa disebabkan oleh biaya produksi yang meningkat. Biaya produksi yang lebih tinggi, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya distribusi, dapat mendorong produsen untuk menaikkan harga jual mereka untuk mempertahankan profitabilitas.

Kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah juga dapat memengaruhi harga barang. Kebijakan moneter yang longgar, seperti penurunan suku bunga oleh bank sentral, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi namun juga dapat menyebabkan inflasi. Sementara itu, kebijakan fiskal yang kurang efisien atau defisit anggaran yang tinggi dapat memicu kenaikan harga melalui peningkatan permintaan.


Faktor eksternal, seperti perubahan kondisi pasar global, kebijakan perdagangan internasional, atau bencana alam, juga dapat memengaruhi harga barang. Misalnya, kenaikan harga minyak dunia dapat memicu kenaikan harga bahan bakar dan barang-barang lain yang terkait dengan minyak.

Kenaikan harga barang merupakan masalah yang meresahkan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang bergantung pada pendapatan tetap. Meskipun beberapa kenaikan harga barang tidak dapat dihindari, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi dampaknya dan melindungi diri dari tekanan ekonomi yang meningkat.

Penting bagi individu untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep ekonomi dasar, termasuk inflasi, investasi, dan manajemen keuangan pribadi. Dengan memahami konsep-konsep ini, orang dapat lebih siap menghadapi kenaikan harga barang dan mengambil keputusan keuangan yang lebih baik.

Investasi yang cerdas dapat membantu melindungi nilai kekayaan seseorang dari inflasi dan kenaikan harga barang. Dengan diversifikasi portofolio investasi, seseorang dapat mengurangi risiko dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi.

Memiliki tabungan yang mencukupi dan cadangan keuangan yang cukup penting untuk melindungi diri dari kenaikan harga barang yang tiba-tiba. Dengan memiliki tabungan yang cukup, seseorang dapat mengatasi lonjakan harga barang tanpa harus mengorbankan kebutuhan penting lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun