Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Sekretaris - Belajar Menulis

Pekerja, menyukai sastra khususnya puisi, olahraga khususnya sepakbola, sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Sang Nakhoda Baru

6 Juli 2022   14:41 Diperbarui: 6 Juli 2022   14:48 3737
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi Sang Nahkoda Baru / Dokpri @ams99 By. TextArt 

Puisi : Sang Nakhoda Baru
; Sajak Kecil Buat HP

Sejak bahtera besar itu karam
Dan seluruh awaknya ikut terlarung
Di kedalaman yang mengarus
Sang nakhoda tenggelam

Kemudi kini di tanganmu
Wahai sang nakhoda baru

Kemana hendak Kau arahkan
Kompas penuntun arah baru
Kemana ingin Kau layarkan
Biduk tersisa yang terlanjur

Tersisa sedikit remah-remah
Jangan menjadi alasan pelemah
Tertinggal kini bahtera kecil
Tidak membuat semangat kerdil

Angin tetap berhembus kuat
Gelombang terus beriak

Guratan wajah menunjukkan determinasi
Sorot mata mengisyaratkan kulminasi
Tak menyurutkan pelayaran
Meraih mimpi-mimpi para awak dan penumpang

Terus berlayar menuju tepian
Ke pelabuhan harapan

Penajam Paser Utara, 6 Juli 2022
Ali Musri Syam Puang Antong

Baca Juga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun