Mohon tunggu...
Alfina Asha
Alfina Asha Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Tulisan random.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Alam Semesta yang Diakhiri dengan Epilog

11 Juni 2019   11:58 Diperbarui: 26 Desember 2020   08:57 65
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

(Dikutip dari tulisan Naimmah Nur Aini dalam buku Jarak Antarbintang)

Semburat dalam kabut perlahan disingkap oleh bintang yang terbit

Baskara tak pernah terbit

Kedatangan terang dan panas mengubah manis udara

Kabut dan perak adalah penjelmaan Halimun dan Salak

Megah yang hadir dalam sederhana dan ketidakmengertian

Ketangguhan yang polos

Mencipta lara jiwa yang rapuh perlahan benderang

Baskara tak pernah tenggelam

dan ancala tetap digdaya

Ardi dan rawi bersama dalam ketundukan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun