Mohon tunggu...
Meirri Alfianto
Meirri Alfianto Mohon Tunggu... Insinyur - Seorang Ayah yang memaknai hidup adalah kesempatan untuk berbagi

Ajining diri dumunung aneng lathi (kualitas diri seseorang tercermin melalui ucapannya). Saya orang teknik yang cinta dengan dunia literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Laki-laki yang Berselimut Takut

15 Agustus 2021   04:30 Diperbarui: 15 Agustus 2021   07:41 354 62 15
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi: Laki-laki yang Berselimut Takut
Ilustrasi lelaki yang duduk dalam kesendirian. Gambar: PublicCo dari Pixabay

Aku merengkuh keheningan malam dalam ruang kosong yang kunamai ketakutan. *Jelaga menemani jemari yang hanya mengetuk-ngetuk nisan namun enggan menari.

Riuh bunga malam berbincang tanpa kuketahui apa makna dari setiap bulir kata yang mengalir keluar. Pun demikian dengan nyanyian gagak yang terus menyeruak menyingkap tabir getir *geguritan yang bersenandung. Ujung dari keseluruhannya merampas *wira, merenggut tabah, lalu melahirkan cemas

Aku takut, aku sangat takut..

Dikejauhan hanya tampak dimensi kecil dari bulan yang sayu. Ia tertutup dengan helai awan yang peragu. Sebuah mendung yang tak berarti hujan.

Berapa lamakah lagi cawan ini akan berlalu? Pria ini bagaikan bongkahan batu getas yang mudah pecah tanpa harus mengenakan palu. Lemah, takut, tanpa daya. Sembunyi dibalik lisan yang terus-menerus berkata, "Aku baik-baik saja".

*Jelaga: butiran arang yang halus dan lunak yang terjadi dari asap lampu dan sebagainya berwarna hitam (KBBI)

*Geguritan: puisi / sajak yang disenandungkan

*Wira : berani (dalam bahasa Sansekerta)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan