Mohon tunggu...
Lohmenz Neinjelen
Lohmenz Neinjelen Mohon Tunggu... Bola Itu Bundar, Bukan Peang
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

https://gonjreng.com/

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Puan Maharani Dikritik oleh Politikus Demokrat

2 Oktober 2018   08:08 Diperbarui: 2 Oktober 2018   22:33 0 1 2 Mohon Tunggu...
Puan Maharani Dikritik oleh Politikus Demokrat
sumber gambar: tribunnews.com

Bencana gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah masih menjadi topik yang hangat dan dibicarakan oleh masyarakat, termasuk politikus. 

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun membuat kubu lawan maupun kawan dalam keadaan "zugzwang" setelah ia menghimbau kepada elite politik agar kampanye Pilpres 2019 dihentikan sementara karena telah terjadi gempa bumi di Sulawesi Tengah tadi.

 Langkah sederhana SBY berupa himbauan menghentikan kegiatan kampanye Pilpres 2019 untuk sementara waktu tadi yang tepat sasaran sekaligus mendapat nilai plus bagi citra dirinya ini, entah mengapa tidak terpikir oleh ketua umum parpol lainnya, termasuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sila baca juga: SBY Lebih Baik dalam Hal yang Satu Ini

Prabowo sendiri secara garis besarnya hanya mengatakan jangan mempolitisasi bencana gempa di Sulawesi Tengah, dan cenderung tidak mendapat nilai plus bagi citra dirinya. Kalau pun ada masih kalah dibanding himbauan SBY yang membuat kubu lawan maupun kawan "mati kutu", terpaksa atau mau tak mau mengatakan "setuju" atas himbauannya tadi.

Terlalu kejam rasanya untuk mengatakan seperti kerbau yang dicucuk hidungnya sehingga tak ada kata lain selain mengatakan "setuju" atas himbauan SBY tadi, tapi di sisi lain timbul pertanyaan. 

Bukankah SBY dan Prabowo itu satu kubu? Mengapa himbauan SBY yang tepat sasaran sekaligus menaikkan citra dirinya itu tidak diberikan saja kepada Prabowo? Artinya Prabowo yang menghimbau setelah dibisiki oleh SBY, dengan demikian kemungkinan Prabowo memenangi Pilpres 2019 pun semakin besar karena citra dirinya yang naik, bukan SBY, betul tidak?

Mengingat pemilihan bakal cawapres Prabowo beberapa waktu lalu, cukup tersenyum simpul saja.

Masih berkait dengan gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, politikus Partai Demokrat ini menyerang, mengkritik atau mempertanyakan peran Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani yang tidak tampak dalam penanganan gempa tadi.

Dalam kicauannya, ia melihat kekisruhan dan penjarahan yang terjadi merupakan hal yang memalukan.

"Semestinya urusan gempa dan bencana ada dibawah koordinasi menteri Puan @kemenkopmk , tp mengapa Puan tak terlihat bersuara? Kekisruhan di lapangan ttg penjarahan ini sungguh memalukan," kata Ferdinand Hutahaean di sini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN