Mohon tunggu...
Caesar Naibaho
Caesar Naibaho Mohon Tunggu... Guru - Membaca adalah kegemaran dan Menuliskan kembali dengan gaya bahasa sendiri. Keharusan

Pengajar yang masih perlu Belajar...

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Restu Ibu Hantarkan Maroko Lolos Babak 8 Besar Piala Dunia Qatar

7 Desember 2022   13:58 Diperbarui: 7 Desember 2022   14:11 333
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Perjuangan Panjang Mengalahkan Spanyol. sumber:www.jpnn.com

Kejutan tambah kejutan terjadi di perhelatan akbar Piala Dunia yang kali ke-22 ini dihelat di Qatar, negara -- keamiran di Timur Tengah yang terletak di sebuah semenanjung kecil di Jazirah Arab, di Asia Barat. Alasan FIFA kala itu menjadikan Qatar jadi tuan rumah yang otomatis mengubah jadwal dan kebiasaan Piala Dunia diselenggarakan pertengahan tahun menjadi akhir tahun atau di bulan Nopember hingga Desember ini, adalah untuk mengembangkan olah raga paling terkenal, sepak bola ke Timur Tengah.

Namun apakah benar tujuan mulia dari FIFA itu? Entahlah, tapi yang sekarang tersaji usai dihelat dan babak 16 besar telah usai, kita telah menyaksikan sendiri bagaimana sengitnya partai per partai, dimana timnas Qatar sendiri sebagai tuan rumah malah hanya dapat mencetak satu gol tanpa kemenangan sekalipun, bahkan Der Panzer, Jerman harus pulang duluan karena salah taktik atau prediksi, atau memang karena benar tak mengikuti aturan di Qatar yang melarang LGBT hingga peredaran minuman beralkohol seperti Bir? 

Entahlah, yang pasti cuacana panas, padahal sudah memasuki musim dingin, juga jadi musuh bagi tim-tim Eropa yang terbiasa dengan cuaca dingin bisa jadi ikut mempengaruhi performa tim yang tersingkir bukan? Bisa jadi pemirsah...

Spanyol Tersingkir oleh Maroko

Piala Dunia kali ini bisa dikatakan jadi 'kuburan' bagi tim-tim kuat yang diprediksi bakalan lolos ke babak perdelapan final Piala Dunia Qatar, teranyar, Matador Spanyol harus tersingkir dari tim yang masih bisa dikatakan pendatang baru untuk dianggap kuda hitam di perhelatan akbar empat tahunan ini, namun mampu menunjukkan sejarah baru dengan menumbangkan salah satu tim besar Eropa yang diprediksi banyak pihak minimal melenggang hingga babak semi final, namun harus tumbang di babak 16 besar ini dengan cara menyakitkan.

Sayatan Samurai Biru Jepang yang sudah menodai perjalanan karir Luis Enrique Martinez -- begitu saya hafal namanya, karena salah satu gelandang favorit saya kala membela Real Madrid dan membelot ke Barcelona ini -- sebagai pelatih Spanyol harus tercoreng di babak gugur kemarin karena kalah dan harus jadi runner up Grup E dikangkangi oleh Jepang yang jadi juara grup.

Kini kembali wajah Luis Enrique tercoreng karena kekalahan menyakitkan dari kuda hitam Maroko yang datang ke Qatar dengan semangat doa dan etos kerja keras yang dimiliki oleh anak asuh Walid Regragui, pelatih berdarah Perancis yang juga mantan pesepakbola asal Maroko berposisi sebagai bek dan pernah bermain di Liga Perancis dan Spanyol yang tentunya memiliki segudang pengalaman bagaimana cara bertahan yang baik yang mampu dia tularkan pada anak buahnya yang buktinya sanggup menahan gelombang serangan Matador Spanyol dengan gaya tiki-takanya.

Ya, pertandingan seru yang dimainkan di Stadion Education City, Al Rayyan, Qatar, pada Selasa (6/12/2022) malam WIB, Maroko tampil percaya diri menghadapi tim besar Matador Spanyol. Taktik zone defense yang rapat dengan formasi dasar 4-1-2-3, namun setelah bermain di lapangan, Walid Regragui mampu menginstruksikan para pemainnya untuk mengembangkan formasinya menjadi 4-5-1 dengan menumpuk pemain tengah berhasil membuat Matador Spanyol yang mengandalkan tiki-taka-nya tak berkembang.

Tangan dingin dan sentuhan magis Walid Regragui mampu membuat para pemainnya Achraf Hakimi dan kawan-kawan sanggup bermain disiplin dan mengatur tempo permainan dengan baik. Dari sisi penyerangan, duo sayap Atlas Lions yang dihuni oleh Hakim Ziyech dan Sofiane Boufal menjadi pemain yang selalu diandalkan mengeksploitasi lini pertahanan lawan. Bola-bola yang dialirkan ke lini depan cenderung kombinasi antara umpan-umpan pendek dan panjang.

Tipe permainan yang ciamik dan tak terlalu cepat membuat tim lawan frustasi, terbukti para pemain Spanyol dibuat frustasi dan tak berkembang permainannya sehingga skor hingga babak perpanjangan waktu tetap kacamata alias 0-0.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun