Mohon tunggu...
Agil S Habib
Agil S Habib Mohon Tunggu... Founder Sang Penggagas; Penulis Buku Powerful Life; Seorang Pecinta Literasi; Bisa dihubungi di agilseptiyanhabib@gmail.com

Berkarya dan hidup bersamanya

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Jangan "Bully" Prabowo Lagi

22 Mei 2019   13:48 Diperbarui: 22 Mei 2019   14:49 0 5 2 Mohon Tunggu...
Jangan "Bully" Prabowo Lagi
Jangan ada lagi bullying untuk para tokoh bangsa (Ilustrasi gambar : https://mv.beritacenter.com)

Kontestasi pemilihan umum 2019 sudah resmi ditutup seiring pengumuman pemenang yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terlepas dari siapapun yang memenangi pesta demokrasi kali ini, semua masyarakat Indonesia adalah pemenang yang sesungguhnya. Mungkin secara perhitungan angka pasangan 01 mengungguli pasangan 02. Namun pada hakikatnya pemenang yang sesungguhnya tetaplah rakyat pemilihnya. Sehingga selayaknya pemenang maka mereka harus diberikan apresiasi dengan sebagaimana mestinya. 

Apresiasi kepada seluruh warga negara Indonesia yang telah ikut serta menjunjung tinggi pesta demokrasi. Oleh karena itu menjadi kurang tepat apabila kita memperolok kubu yang dianggap "kalah" dan terlebih melakukan bullying kepada Prabowo Subianto. Bagaimapun juga, beliau telah mendedikasikan diri untuk menjadi kontestan pemilu sehingga pesta demokrasi ini bisa berjalan dengan layak. Memangnya dulu ada orang lain yang "berani" muncul ke permukaan untuk menjadi "lawan" Joko Widodo dalam "memperebutkan" mandat sebagai presiden Indonesia?

Disadari atau tidak, selama kurun waktu setahun terakhir ini kita sepertinya semakin mahir menjadi pengamat politik tanah air. Hanya saja terkadang kita terlalu larut dalam euforia kecenderungan dukungan kepada salah satu kubu sehingga kita lebih sering menihilkan kubu yang lain. Terkadang kita mengejek, mencela, dan membicarakan keburukan orang lain yang berseberangan dengan kita. 

Setelah pengumuman resmi KPU yang memutuskan pasangan 01 sebagai pemenang pemilu presiden periode 2019-2024, tidak semestinya kita meledek kubu pasangan 02 atas "kekalahan" mereka. Bagaimanapun juga, setelah keputusan resmi KPU diumumkan maka per saat itu juga tidak ada lagi kubu-kubuan. Demikian halnya dengan Prabowo dan Sandiana Uno yang telah "kembali" menjadi warga negara biasa sebagaimana diri kita. Kini mereka hanyalah sebagian orang yang menjadi tanggung jawab Bapak Joko Widodo selaku presiden terpilih untuk diayomi layaknya warga negara yang lain.

Sungguh disayangkan apabila diantara kita masih ada yang "memendam" benci kepada Prabowo hanya karena beliau pernah menjadi "lawan tanding" Joko Widodo. Pemilu hanyalah sekadar even menunaikan pesta demmokrasi untuk mengajak rakyat ikut terlibat dalam menentukan nasib bangsa. Bukan malah justru menjadikan kita terpecah belah dan terlibat "dendam kesumat" satu sama lain. Pemilu telah usai, pemenang telah diumumkan, dan kini saatnya kita untuk melupakan permusuhan yang sebelumnya terjadi. Stop bullying kepada Pak Prabowo, stop menghina Presiden Joko Widodo. 

Daripada terus menerus ribut, alangkah baiknya apabila kita mempergunakan energi kita untuk menata kembali masa depan bangsa Indonesia yang penuh dengan tantangan. Amerika Serikat (AS) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) semakin digdaya dalam menguasai perekonomian dunia. Mereka dengan begitu nyaman melakukan penetrasi ke segenap bangsa-bsangsa di dunia, tanpa ribut-ribut sesama bangsa sendiri. Kalau kita?

Jika memang Prabowo, Sandiaga Uno, dan segenap tim pendukungnya memiliki kepentingan yang sama untuk memajukan bangsa Indonesia maka mereka akan ikut bahu-membahu dengan Presiden Joko Widodo beserta jajarannya. Syaratnya satu, jangan ada lagi bully kepada Prabowo dan timnya. Sepakat?

Salam hangat,
Agil S Habib

KONTEN MENARIK LAINNYA
x