Mohon tunggu...
Afifur Romli
Afifur Romli Mohon Tunggu... Guru - Noleki Ilmu

sopo gelem soro bakal nemu kepenak e

Selanjutnya

Tutup

Music

Menangkap Pesan dari Lirik Lagu Viral "Entah Apa yang Merasukimu"

7 Oktober 2019   23:43 Diperbarui: 7 Oktober 2019   23:55 309
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber : https://chirpstory.com 

Tiga minggu terakhir warga Indonesia sering mendengar lirik lagu " entah apa yang merasukimu" , yah lirik lagu itu viral lewat aplikasi "tik tok", lagu yang bergenre mellow di setting ulang menjadi genre Disco Jockey ( DJ), sehingga lebih enak di dengar dan terasa enjoy. Jika berfikir lebih jauh kita bisa menangkap beberap pesan dari lirik lagu itu.

Pesan pertama, dilihat dari konteks lagu itu sendiri menceritakan tentang seseorang yang dikhianati oleh pasangannya (baca:pacar) yang tidak tau mengapa sebabnya, sehingga terciptalah sebuah lirik " entah apa yang merasukimu". 

Pesan moral pertama yaitu seseorang yang sudah diberi kepercayaan / komitmen janganlah membuat pengkhianatan, karena hal itu bisa menyakiti seseorang yang telah memberi kepercayaan dan menimbulkan rasa kebencian.

Pesan kedua, dilihat dari cover lagu yang dipopulerkan oleh putih abu abu.Menceritakan seseorang yang melalaikan sholat karena asyik memainkan game, hal itu bisa menjadi sebuah pertanyaan entah apa yang merasukimu (merasuki orang yang melalaikan sholat).

Maka jawaban nya sudah pasti syetan lah yang merasuki orang tersebut sehingga lalai dalam melaksanakan sholat. Pesan moral kedua yaitu apabila waktu sholat telah tiba maka laksakanlah sholat dan tinggalkan aktivitas lainnya, karena dalam agama Islam sholat merupakan tiang agama.

Pesan ketiga, dilihat dari pekerjaan seseorang, seseorang yang memiliki suatu permasalahan biasanya berdampak pada pekerjaan / bidang yang digelutinya sehari-hari. Maka muncul sebuah pertanyaan, entah apa yang merasukimu ( merasuki pekerja tersebut), jawabannya bisa sangat kompleks, pasti ada masalah pribadi, keluarga maupun lingkungan. 

Gangguan tersebut bisa dikonsultasikan kepada psikiater jika seseorang tidak bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri. Pesan moral yang ketiga yaitu aturlah dirimu sebaik mungkin ( fisik maupun batin) sehingga bisa dalam kondisi optimal setiap harinya, supaya tidak berdampak pada pekerjaan yang digeluti.

Jika dilihat dari sudut pandang siswa, seringkali terdapat beberapa siswa yang datang terlambat ke sekolah, hal ini menjadi sebuah pertanyaan " entah apa yang merasukimu ( merasuki siswa sehingga datang terlambat)".

Maka hal ini sudah masuk ke ranah guru BK, apa yang menyebabkan siswa itu terlambat dan guru BK perlu mengumpulkan data yang lebih sering disebut sebagai assessment.

Kegiatan assessment terhadap siswa ini bisa dengan menanyakan kenapa datang terlambat ke sekolah, setelah tindakan pertama dilakukan, guru BK melakukan diagnose terhadap siswa, hal ini merupakan tindakan lanjutan dari asesement, jika kedua tahapan sudah dilalui maka akan diberi treatment ( perlakuan untuk mengatasi permasalahan) bisa dengan banyak cara dengan disesuaikan terhadap data yang diperoleh. 

Maka pesan untuk para siswa yaitu aturlah waktumu sehingga bisa datang tepat waktu ke sekolah.

Permasalahan yang muncul di bangku sekolah juga terkait dengan hasil belajar, hal ini menimbulkan pertanyaan, entah apa yang merasukimu (merasuki siswa dalam proses pembelajaran), masalah ini bisa di selesaikan dengan bantuan para orangtua dengan mendorong untuk belajar ketika di rumah, terlepas dengan adanya PR ( Pekerjaan Rumah) yang kerap ditugaskan oleh para guru. 

Faktor dorongan dari orangtua sangat urgent, dengan dorongan belajar yang disuntikkan kepada para siswa bisa mendongkrak hasil belajar yang akan didapat di bangku sekolah, karena mengingat keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang didapat oleh anak-anak.

Dalam aksi demo kemarin juga terdapat poster yang bertuliskan " Entah apa yang merasukimu DPR", poster itu menggambarkan situasi anggota DPR yang saat itu telah memutuskan RUU KPK. 

Mahasiswa yang geram akan kelakuan anggota DPR memprotes lewat poster tersbut, artinya ada permasalahan serius yang ingin di tuntut oleh mahasiswa, karena dengan pengesahan RUU KPK dianggap dapat melemahkan kinerja lembaga antirasuah ( KPK) untuk memberantas korupsi. 

Pesan moral yang bisa diambil yaitu dalam memutuskan suatu perkara haruslah ditimbang antara manfaat dan mudharatnya, sehingga dapat menjadi keputusan yang bijak dan bisa diterapkan dengan baik.

Demikian berbagai perspektif yang dapat disampaikan oleh penulis, semoga apa yang akan merasuki diri kita adalah hal-hal yang positif, sehingga berdampak pada hal- hal yang positif juga. Sekian, semoga bermanfaat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun