Mohon tunggu...
Adi Supriadi
Adi Supriadi Mohon Tunggu...

HR Manager In a Japanese company, Live In Jakarta, Born in Ketapang City, West Kalimantan. A Speaker, Motivation Trainer, Thinker and a Writer on culture, humanity, education, politics, peace, Islam, Palestinian, Israel, America, Interfaith, transnational, interstate, Management, Motivation and Cohesion at workplace. Committed to building a Cohesive Indonesia, Cohesive Industrial relation, Cohesion at workplace and offer Islamic solutions to the problems that inside. Lulus dari Fakultas Dakwah STAI Al-Haudl Ketapang, Kalbar, Melanjutkan Belajar Di Ma'had Al Imarat Bandung, Jawa Barat dan S-2 Manajemen di Universitas Winaya Mukti Bandung, Jawa Barat. "Hidup Berarti Dengan Berbagi, Sekali Berbagi Sesudah Itu Mati" (Assyarkhan) Haddad Assyarkhan / Adi Supriadi, Pin BB : 5990D42A Phone/WA : 081513629467 , Phone/SMS : 089648981244 , Twitter : @assyarkhan , Facebook : www.facebook.com/assyarkhan , Youtube : www.youtube.com/assyarkhan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Lagi, Pengungsi Ditemukan Hampir Mati di Laut Perbatasan Yunani-Turki

31 Januari 2016   14:32 Diperbarui: 31 Januari 2016   14:39 0 0 0 Mohon Tunggu...

[caption caption="Pengungsi Dari Korban Perang Suriah Di Pantai Yunani (tribune.com.pk)"][/caption]Ditemukan hampir 40 orang tenggelam dan 75 berhasil diselamatkan setelah kapal yang membawa pengungsi ke Yunani. Kapal tenggelam di lepas pantai barat Turki pada hari Sabtu Kemarin.

Lebih dari satu juta pengungsi tiba di Uni Eropa tahun 2015 lalu dan sejumlah 3.600 orang meninggal dunia atau dinyatakan hilang dilautan.

Penjaga pantai Turki masih terus melakukan pencarian dan upaya penyelamatan dimana 17 Perahu membawa setidaknya 120 orang tenggelam di lepas pantai Ayvacik, sebuah kota di seberang pulau Yunani Lesvos sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita turki Kemarin.

[caption caption="Pengungsi Korban Perang Suriah Di Pantai Yunani-Turki (tribune.com.pk)"]

[/caption]

"Saya takut jumlahnya akan terus meningkat " Kata Mehmet Sahin Unal, Walikota Ayvacik kepada CNN.

"Masyarakat setempat terbangun dengan banyaknya suara orang menjerit dan kami telah melakukan pekerjaan penyelamatan sejak subuh. Kami memiliki pantai 80 kilometer panjangnya tepat di seberang Lesbos yang sebenarnya sangat sulit dikontrol"

Setidaknya lima dari mereka yang meninggal adalah anak-anak, sementara para pengungsi yang selamat dirawat di rumah sakit dengan gejala hipotermia. Dari asal pengungsi mereka adalah korban dai kekejaman Pemerintah Rezim Assad di Suriah, sebagian dari Afghanistan dan pengungsi muslim Myanmar.

"Kita perlu untuk mengatakan kepada orang-orang bahwa pengungsi membutuhkan perumahan sementara dan kami berharap bahwa Suriah bisa kembali damai" Kata Pejabat Konselir Yunani kepada media.

Sekitar 500.000 pengungsi dari perang lima tahun di Suriah melakukan perjalanan ke Turki dan kemudian mempertaruhkan nyawa mereka di laut untuk mencapai pulau-pulau Yunani pada tahun 2015.

Turki saat ini menjadi tuan rumah untuk pengungsi sejumlah 2,5 juta jiwa. Pada bulan November 2015 lalu mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa untuk menjamin Pengungsi sebesar sebesar 3 Miliar Euro atau kurang lebih 4,5 Trilyun Rupiah untuk Para Pengungsi.

Sumber :
www.citizentv.co.ke
www.uatoday.tv
www.cyprus-mail.com
www.tribune.com.pk

Jakarta, 31 Januari 2016
ADI SUPRIADI / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan

Twitter : @assyarkhan

KONTEN MENARIK LAINNYA
x