Lukmanul Hakim
Lukmanul Hakim Jurnalis Warga (JW) cbmnews.net, Divisi OSDM Panwascam Larangan, Koord. JW Belik Kab. Pemalang

Menulis untuk Perubahan - Jangan Pernah Berhenti untuk Belajar - Selalu Semangat dan Berkarya melalui ide dan gagasan yang dituangkan dalam tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Sehatsaatpuasa Pilihan

Hati-hati Takjil yang Murah dengan Tampilan Menggoda

17 Mei 2018   12:25 Diperbarui: 17 Mei 2018   12:25 864 1 1
Hati-hati Takjil yang Murah dengan Tampilan Menggoda
katakota.com

Sobat Kompasiana yang semangat di bulan Puasa

Hari pertama di bulan Ramadhan ini, mungkin sesuatu hal yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Mungkin pagi ini, kita sudah menikmati secangkir kopi ditemani makanan ringan yang menggoda selera. Namun, hari ini kita musti bersabar untuk 29 hari kedepan menahan diri dari rasa lapar dan dahaga sampai menjelang adzan maghrib. 

Semoga puasa kita dinilai ibadah dan tentu bisa mengaplikasikan makna menahan diri bukan hanya pada rasa lapar dan dahaga saja, namun menahan diri dari perbuatan maksiat, menggunjing, 

Sebagai persiapan berbuka, berbagai makanan atau minuman tentu sudah persiapan termasuk makanan pembuka atau takjil. Istilah Takjil bermula dari bahasa arab ta'jil yang artinya menyegerakan. 

Jadi ta'jil bisa bermakna menyegerakan berbuka dengan memakan sesuatu sebagai pembatal puasa. Seiring berkembangnya zaman, ta'jil berubah menjadi takjil dan bermakna makanan atau minuman yang menarik sebagai pembuka seperti kolak, sop buah, dan banyak lagi variasinya.

www.liputan6.com
www.liputan6.com
Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah Kolak, cadil dan kembang pacar. Kolak pun berbagai variasi dari kolak pisang, kolak nangka, kolak singkong, kolak kolang kaling, kolak labu kuning. Cadil pun dari cadil beras ketan, cadil ubi, cadil aci, lebih dikenal dengan biji salak berbahan beras ketan, santan dan gula merah.

ideramadhan.com
ideramadhan.com
Di bulan Ramadhan, sangat mudah ditemui takjil di berbagai tempat seperti pinggir jalan, dari jajanan pasar, lauk pauk sampai es buah. Sebagai konsumen kita harus jeli dalam memilih menu yang baik, apakah itu sehat atau tidak ? Jangan sampai, membeli takjil yang justru bisa membawa penyakit karena kandungannya yang tidak higienis. Jangan tergoda dengan harga murah, namun ternyata membuat perut malah sakit.

Beberapa kandungan yang perlu diketahui berbahaya baik dari tekstur warna maupun rasa 

1. Mengandung gula bibit

www.21food.com
www.21food.com
Ada beberapa penjual kolak pisang atau lainnya yang menambahkan sedikit gula bibit, sehingga manisnya pun agak lain kalau dirasakan. Bagaimana cara mendeteksinya, sebetulnya mudah, bahwa makanan yang mengandung gula bibit itu manisnya terlalu "cleng" dan agak sedikit ada rasa pahitnya. Ini kalau dikonsumsi bisa menyebabkan sakit perut, tentu berbahaya. Alih-alih ingin menikmati takjil, justru malah menyebabkan penyakit yang bisa menghambat ibadah di bulan Ramadhan.

Seringkali ada penjual yang menggunakan gula bibit seperti pemanis buatan atau aspartam sebagai tambahan gula agar mengurangi budget produksi makanannya, sehingga bisa dijual murah dibanding lainnya. Untuk itu, kita mesti hati-hati sebagai konsumen agar tidak mudah tergiur dengan harga murah. Kandungan kolak yang kita konsumsi semestinya mengandung gula yang alami atau asli, tanpa tambahan lainnya yang bisa berbahaya bagi tubuh.

2. Menambah pewarna makanan (sintesis/buatan)

salvenaturals.com
salvenaturals.com
Penggunaan pewarna makanan dari pewarna buatan  untuk mempercantik makanan seringkali bisa menjadi pilihan para pedagang dalam menarik konsumen. 

Tampilan yang seolah segar dan lebih jelas warnanya itu perlu menjadi perhatian kita agar tidak mudah tergoda dan bisa mendeteksi mana makanan yang menggunakan warna alami atau pewarna makanan buatan. Pewarna makanan bisa dengan daun atau buah yang segar tanpa harus menggunakan bibit pewarna.

Seperti dilansir oleh media informasitips.com, selain warna yang lebih menarik, keunggulan lain pewarna buatan dibandingkan pewarna alami adalah biaya yang dibutuhkan dalam proses produksinya lebih kecil serta memiliki waktu kadaluwarsa yang jauh lebih panjang daripada pewarna alami. Terlepas dari keunggulannya, pewarna sintetis ternyata menyimpan sejuta bahaya, terutama bagi kesehatan manusia yang mengonsumsinya.

Beeberapa sumber menyebutkan bahwa bahaya pewarna sintesis atau buatan bisa menyebabkan penyakit kanker, gangguan pada ginjal, melemahnya sistem kekebalan tubuh, menyebabkan kemandulan bagi pria dan komplikasi berbagai penyakit. Sehingga semestinya kita harus jeli dalam mengkonsumsi makanan atau minuman di bulan Ramadhan, agar aktivitas ibadah tetap berjalan dengan lancar.

Tentu, yang diutamakan kesehatan di bulan Ramadhan, jangan sampai karena tidak jeli memilih makanan akhirnya bisa menghambat ibadah karena sakit akibat makanan yang kita konsumsi. Mari kita niatkan ibadah di bulan Ramadhan ini lebih fokus dan semoga bisa meraih taqwa kepada Allah.

Bulan Ramadhan Semoga Tetap Sehat dan Semangat Beribadah

Aamiin..