Mohon tunggu...
ABDURROFI ABDULLAH AZZAM
ABDURROFI ABDULLAH AZZAM Mohon Tunggu... Intelektual Muda, Cendikiawan Pandai, Dan Cinta Indonesia
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Jangan pernah lelah mencintai Indonesia dan mendukung Indonesia bersama Abdurrofi menjadikan indonesia negara superior di dunia. Email Admin : axelmanajemen@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Novel Baswedan adalah Korban dari Gaya Hidup Pendendam di Indonesia

17 Juni 2020   21:37 Diperbarui: 17 Juni 2020   23:58 92 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Novel Baswedan adalah Korban dari Gaya Hidup Pendendam di Indonesia
Foto : Twitt Ernest Prakara mengenai kasus air mata novel pada 13 juni 2020

Dua pelaku penyerangan Novel Baswedan dituntut pidana satu tahun penjara karena penyiraman air keras, Gaya hidup pejabat pendendam sebagai akibat dari dendam dan kekecewaan masa lalu yang tidak termaafkan. Pasalnya, Novel Baswedan sering membuat malu petinggi dan membuka kasus korupsi dengan oprasi tangkap tangan (OTT). 

Sekilas asumsi tentang Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) menjadi  suatu tindak pidana baru yang identik dengan penyerangan dan  gaya hidup ini ada dalam jaringan mafia dan koruptor di Indonesia.

Air Keras Novel seperti racun pada munir, pembalasan dan balas dendam oleh pejabat yang merasa terganggu kepentingan dalam menjalankan praktik pencurian anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) ataupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Bahkan motif dendam muncul ketika suap dan gratifikasi yang akan diungkap oleh seseorang,”Ucap Abdurrofi Abdullah di Jakarta pada jam 21:00 WIB hari rabu tanggal (17/06/2020).

Munir bersikeras untuk ikut dengan sejumlah aktivis senior dan aktivis pro demokrasi mendatangi DPR paska penyerangan dan kekerasan. Namun Munir tewas di pesawat terbang ketika bertolak ke Amsterdam, Pada 20 Desember 2005 Pollycarpus Budihari Priyanto dijatuhi vonis 14 tahun hukuman penjara atas pembunuhan terhadap Munir. 

Dia diduga orang suruhan seperti kasus penyiraman air keras novel. Pada saat ini air keras novel adalah early warning system untuk novel menajauhi kasus-kasus besar di era reformasi. Novel Baswedan akan mengalami nasib lebih tragis seperti Munir.

“Setelah saya analisis,  Air Keras Novel adalah early warning system dari jaringan koruptor untuk seluruh KPK menjauhi kasus-kasus korupsi besar di era reformasi. Pesan dari jaringan korupsi dan mafia  menggunakan individu atau kelompok untuk menginformasikan pesan bahaya akan menimpa bila berani membongkar kasus di Indonesia. Siapa pun mereka terus melakukan investigasi dan pengembangan kasus korupsi di Indonesia. Maka, mereka akan seperti munir, cukup  menggunakan individu atau kelompok untuk melakukan pembunuhan. Tujuannya jaringan koruptor dan mafia adalah memungkinkan penyebar sistem peringatan untuk bersiap menghadapi bahaya dan bertindak sesuai keinginan mereka. Peringatan akan efektif pada orang yang sangat idealis seperti Novel Baswedan dan Munir.”Ucap Abdurrofi Abdullah

Menanggapi lambannya penuntasan kasus Novel Baswedan, terdapat dugaan bahwa pemerintahan Indonesia menjaga budaya orde baru seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. 

Menurut Ernest Prakarsa penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan adalah bentuk melestarikan budaya korupsi. Lembaga-lembaga di Indonesia mengalami masalah berat mengenai moral dan integeritas dari persepektif hukum.

“Saya juga baca twitt Ernest begitu menohok, ada penyidik KPK dianiaya lalu tersangkanya tidak dihukum berat, apakah pemerintahan seperti ini akan melestarikan korupsi? Menurut ernest sih iya. Disadari atau tidak Indonesia dalam bayang-bayang mafia yang akan memberikan pelajaran kepada siapapun bila ingin membongkar korupsi, kolusi dan nepotisme sehingga penegak hukum harus tunduk pada uang ataupun ancaman.” Ucap kang rofi

Indonesia perlu pusat data korupsi, kolusi dan nepotisme. Data korupsi, kolusi, dan nepotisme yang berkaitan dengan dapat dikumpulkan dalam bentuk datawarehouse dan dipantau updating-nya secara realtime, sehingga fungsi pengawasan dan pengendalian terjadi di lingkungan pemerintahan dapat lebih efektif dalam menjalankan tugas dan fungsinya terutama dalam hal yang bersifat preventif. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN