Mohon tunggu...
Abdul Marindul
Abdul Marindul Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Lepas

Penulis yang belajar untuk menulis dan menulis untuk belajar.

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Pelanggar Hukum, Dibiarkan TKN, Dibela BPN

22 Maret 2019   07:03 Diperbarui: 22 Maret 2019   07:28 129 0 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Beberapa bulan ini, dunia perpolitikan di Indonesia ini benar-benar memperlihatkan sebuah fakta yang begitu jelas, gamblang, miris sekaligus ironi. 

Ramai-ramai para manusia-manusia yang berkubang di dunia politik, baik dari PNS, ASN, pedagang, pemuka agama, politisi dan banyak segi lainnya, melanggar Undang-undang baik dari bidang hukum, ITE, kriminal, korupsi dan sebagainya.

Hebatnya, mereka ini kebanyakan berafiliasi dengan kubu oposisi. 

Memang ada kubu petahana yang juga melanggar hukum. Lantas apa beda reaksi dari kedua kubu ini? Apa yang menjadi pembeda antara pelanggar hukum di kubu pendukung petahana dan kubu oposisi?

Para pelanggar hukum di kubu petahana tidak dibela. Proses hukum diteruskan, memberikan ruang sebebas-bebasnya bagi penegak hukum untuk mendalami kasus hukum. Proses pengadilan mereka tempuh, sampai kepada vonis hakim yang dijatuhkan, jika terbukti melanggar.

Kubu petahana menghormati proses hukum. Mereka mendiamkan orang-orang yang terlibat kasus, baik dari kriminal, korupsi, ITE, dan sebagainya. 

Selain menghormati proses hukum, orang-orang ini juga dicueki. Mereka tidak digubris.

Terlihat ketika Romahurmuziy ditangkap dan dijadikan tersangka oleh KPK, Jokowi acuh tak acuh. Proses hukum berjalan. Dia itu presiden, yang menjadi contoh dan teladan bagi rakyat. Jokowi sedih. 

Pasti, sebagai koalisi, Jokowi prihatin tentunya. Tapi keprihatinannya tidak sebesar ketulusannya dan keseriusannya dalam menjalankan proses hukum.

Akan tetapi, jika kita bicara jumlah, jumlah pelanggar hukum di kubu petahana, tidak banyak. Selain tidak banyak, tidak ada satupun  yang terlibat penipuan dan pembohongan massal. Ini dampak dari buffer yang dikerjakan oleh Jokowi. 

Capres nomor urut #01 ini, memiliki teladan yang baik. Mencontoh kepada yang baik. Membuat para pendukungnya juga tertahan untuk melakukan tindakan-tindakan kriminal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan