Mohon tunggu...
Abdullah Tamrin Rettob
Abdullah Tamrin Rettob Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

You are awesome when you are writing

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Perang Sengit Amaraloka dan Amarah Cinta

17 September 2021   01:30 Diperbarui: 17 September 2021   01:34 80 5 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Perang Sengit Amaraloka dan Amarah Cinta
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Amaraloka: sebuah negeri di mana rasa dihamburkan bagai semprotan gas kimia, dan cinta bertaburan bak daun gugur dari pohon aksara di musim semi. 

Negeri kayangan dalam kiasan cinta di mana para pujangga bertasbih serta bermunajat bersama 'bahagia', tak ada duka maupun luka, pandangan mata sungguh hanya dipenuhi cinta. 

Satu-satunya negeri kayangan yang mampu menaklukkan sebilah kecewa, bahkan luka serta duka tunduk dilululantahkan penuh cemburu, saat di mana bahagia tak lagi benalu, maka ekspresi lain hanya bisa tersipu malu. 

Negeri ini sungguh penuh akan cinta, maka berbahagialah mereka yang tingkatan kecintaannya telah mencapai puncak amaraloka. Jika ingin menaklukkan kecewa, pergilah ke amaraloka. 

~

Sungguh tiada lawan yang tangguh kecuali amarah cinta, ia mampu merajai luka, pekiknya penuh durjana bak sumilir angin dari pantai selatan, yang kemudian berujung pada penyesalan. 

Kendati hinggapnya sekali pada jendela kehidupan, maka 'sabar' dan kawan-kawan tunduk bak gencatan senjata para penjajah, bengis dan tak beribah. 

Jaga amarahmu, kawan. Ada banyak jalan ke Roma, namun jalan menuju negeri amaraloka sungguh hanya dapat ditempuh bersama kesucian hati dan jiwa. 

Sebuah kerinduan untuk negeri amaraloka

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
17 September 2021
LAPORKAN KONTEN
Alasan